Berita Jakarta

Bareskrim Bakal Periksa Kembali Dua Petinggi ACT untuk Ketiga Kalinya Hari Selasa Ini

Kombes Andri Sudarmaji menuturkan bahwa keempatnya direncanakan akan diperiksa pada pukul 13.00 WIB.

Editor: Ichwan Chasani

TRIBUNBEKASI.COM — Penyidik Bareskrim Polri bakal kembali memeriksa empat orang dalam dugaan kasus penyelewengan dana kompensasi korban kecelakaan Lion Air JT-610 oleh lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT), hari Selasa (12/7/2022) ini.

Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Kombes Andri Sudarmaji mengatakan bahwa para saksi yang bakal diperiksa itu diantaranya pendiri ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar.

Pemeriksaan terhadap Ahyudin dan Ibnu Khajar tersebut adalah untuk yang ketiga kalinya oleh penyidik Bareskrim Polri

Selain mereka, penyidik juga bakal memeriksa dua orang sebagai saksi lainnya.

Mereka adalah pengurus di bagian Kemitraan dan Keuangan ACT.

Baca juga: Tas Isi Rp 10 Juta Milik Penumpang Tertinggal, Sopir Taksi Online Ini Malah Gunakan untuk Foya-Foya

Baca juga: Produksi Film Ivanna, Manoj Punjabi Nyaris Habiskan Dana Rp 12 Miliar

"Ibnu, Ahyudin, bagian kemitraan & keuangan," ujar Kombes Andri Sudarmaji saat dikonfirmasi, Selasa (12/7/2022).

Kombes Andri Sudarmaji menuturkan bahwa keempatnya direncanakan akan diperiksa pada pukul 13.00 WIB.

"Rencananya jam 13.00 WIB," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dittpideksus Bareskrim Polri meningkatkan kasus dugaan penyelewengan dana CSR korban Lion Air JT-610 oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) naik dari penyelidikan ke penyidikan.

"Update kasus penyelewengan dana Yayasan ACT. Perkara ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (11/7/2022).

Baca juga: Diduga Lecehkan dan Todong Pistol Istri Kadiv Propam, Brigadir Nopryansah Tewas Didor Rekan

Baca juga: Catlin Halderman Kisahkan Sulitnya Jadi Gadis Separuh Tunanetra di Film Terbarunya

Dana Kompensasi Korban Lion Air

Kasus dugaan penyelewengan dana di lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) mulai menemukan titik terang. Satu di antaranya ACT diduga menyelewengkan dana kompensasi bagi keluarga korban Lion Air JT-610.

Diketahui, Lion Air JT-610 merupakan penerbangan pesawat dari Jakarta menuju Pangkal Minang. Namun, pesawat tersebut jatuh di Tanjung Pakis, Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan ACT mengelola dana sosial dari pihak Boeing untuk disalurkan kepada ahli waris para korban kecelakaan pesawat Lion Air Boeing JT610 pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved