Berita Kecelakaan
Cerita 'Iron Man Cibubur' saat Kecelakaan Maut: Banyak yang Pilih Merekam Daripada Menolong
Teriakan, teriakan pengendara lain termasuk beberapa korban yang selamat pun membuat Kurwanto berlari ke arah titik kecelakaan.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Kurwanto mencoba berteriak untuk meminta bantuan untuk bisa segera membantu para korban, namun justru yang ia lihat saat itu, banyak warga yang tidak berani membantu.
Bahkan yang membuat dirinya jengkel, warga justru mengambil handphone untuk merekam peristiwa itu, padahal saat itu banyak korban yang butuh pertolongan.
"Dalam hati saya ya allah kenapa sih Indonesia gini banget, ada orang kecelakaan ngambilnya HP, bukannya langsung nolongin," katanya.
Meski hatinya kesal, namun Kurwanto tak mempedulikan aksi warga yang tak mau membantu para korban. Yang ada dibenaknya saat itu hanya fokus menolong korban yang masih dalam kondisi sadar.
Meskipun, ia akui tak kuat melihat para korban yang sudah terluka parah.
"Saya marah 'woy bantuin, ini orangnya maish hidup'. Langsung ada orang bawa linggis dari sini buat bantuin. Ya kan namanya juga manusia, siapa sih yang lihat saudara kita sengsara terus ditontonin doang, tidak tega," ujarnya.
Warga Cirebon
Kurwanto mengaku jika dirinya berasal dari Cirebon Jawa Barat. Sudah enam bulan dirinya berprofesi sebagai badut berkostum Iron Man di Jalan Alternatif Cibubur arah Cileungsi atau tepatnya di persimpangan CBD.
Sebelum mencari nafkah dengan mengamen di Jalan Alternatif Cibubur, diakui oleh Kurwanto dirinya dulu sempat berprofesi sebagai tukang las di Cirebon.
Hingga akhirnya pada awal tahun, dirinya mencoba menyambung hidup di Jalan Alternatif Cibubur.
Costum Iron Man yang ia kenakan, dikatakan oleh Kurwanto ia beli seharga Rp. 1,5 juta.
Dengan modal costum itulah dirinya berupaya mencari sesuap nasi untuk membantu kebutuhan keluarganya di Kampung.
"Saya asli Cirebon. Kalo di sini baru 6 bulan," katanya.
Dikatakan Kurwanto, jika dirinya sudah menikah, hanya saja hubungan pernikahan tak berjalan baik, meskipun sudah dikaruniai satu orang anak. Ia pun mengaku telah bercerai dengan istrinya.
Kini, hasil jerih payahnya untuk membantu orangtua di kampung dan dirinya sehari-hari.
"Uang buat anak, orangtua. Udah punya anak alhamdulillah satu. Alhamdulillah cerai sudah," ucapnya.