Polisi Tembak Polisi

Datang Bersamaan, Sejumlah Ajudan Irjen Ferdy Sambo Penuhi Panggilan Komnas HAM

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, pemanggilan ADC Irjen Ferdy Sambo ini untuk meminta keterangan terkait kasus polisi tembak polisi.

Wartakotalive.com/Alfian Firmansyah
Sejumlah ajudan Irjen Ferdy Sambo tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022) sekira pukul 09.55 WIB. 

TRIBUNBEKASI.COM — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil semua aide de camp (ADC) atau ajudan Kadiv Propam Nonaktif, Irjen Ferdy Sambo, termasuk diantaranya Bharada E, pada hari Selasa (26/7/2022) ini. 

Komisioner dari Komnas HAM dijadwalkan meminta keterangan para ajudan Irjen Ferdy Sambo tersebut pada pukul 10.00 WIB.

Para ajudan tersebut mendatangi Komnas HAM untuk dimintai keterangan terkait kasus baku tembak antara Bahrada E dengan Brigadir Nofriyansah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Pantauan di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, sekira pukul 09.55 WIB, terlihat sejumlah ajudan Irjen Ferdy Sambo tiba di lokasi. 

Mereka tidak mengenakan pakaian dinas Polri.

Baca juga: Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Dugaan 46 Calon Pekerja Migran Ilegal Hendak Dikirim ke Arab Saudi

Baca juga: Sering Kesepian Karena Belum Punya Suami Lagi, Catherine Wilson Mengaku Ngebet Nikah

Beberapa diantara mereka mengenakan kemeja putih dan coklat.

Rombongan ajudan Irjen Ferdy Sambo tersebut datang bersamaan ke Kantor Komnas HAM.

Mereka langsung memasuki kantor Komnas HAM tanpa memberi ucapan sedikit pun

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, pemanggilan ADC Irjen Ferdy Sambo ini untuk meminta keterangan terkait kasus polisi tembak polisi.

Pihak Komnas HAM ingin mengonfirmasi hasil dari pendalaman peristiwa yang telah dilakukan Komnas HAM.

Baca juga: Gubernur Anies Sebut Pagar JIS Ambruk karena Semangat The Jakmania yang Tak Terbendung Lagi

Baca juga: Idolakan Artis Korea Selatan, Gia Sabila Rilis Single Perdana Halu Merindu

"Terkait Brigadir J soal tembak menembak, peristiwa yang memang hanya bisa dikonfirmasi kepada pihak ADC," ujar Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022).

Choirul Anam menyebutkan nantinya ada  dua model proses pemeriksaan. 

"Ada dua model yang akan kami lakukan, memang pasti sendiri-sendiri dan ada yang satu tempat bersama, karena kami kepengen tau detail apa yang terjadi," ucap Choirul Anam. (Wartakotalive.com/Alfian Firmansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved