Berita Kecelakaan

Detik-detik Mengerikan Odong-odong Dihajar Kereta Tewaskan 9 Orang, Saksi: Sudah Diteriaki Warga

Satu Odong-odong sudah melintas terlebih dahulu disusul Odong-odong naas yang melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dedy
YouTube Kompas TV
Odong-odong mengalami nasib naas saat menerobos perlintasan rel kereta api di Kragilan, Kabupaten Serang. Sembilan orang penumpangnya tewas setelah Odong-odong tersebut diseruduk kereta api. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Musibah kecelakaan maut kembali terjadi.

Sebelumnya 10 orang pengendara motor meninggal dunia setelah diseruduk truk tangki BBM di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, kurang lebih dua pekan lalu.

Kali ini, Odong-odong mengalami nasib naas saat menerobos perlintasan rel kereta api di Kragilan, Kabupaten Serang.

Dalam kejadian itu sembilan orang tewas akibat diseruduk kereta. 

Bagaimana kronologis hingga Odong-odong tersebut ditabrak kereta api?

Menurut saksi, pengemudi Odong-odong yang mengangkut sejumlah penumpang itu sudah diteriaki warga sedari dua puluh meter sebelum tertabrak kereta api.

Baca juga: Polisi Keluarkan 8 Poin Rekomendasi Tindaklanjuti Kasus Kecelakaan Maut Tewaskan 10 Orang di Cibubur

Baca juga: Penuh Haru, Warga Forum Cibubur Gelar Doa dan Tabur Bunga Mengenang 10 Korban Kecelakaan Maut

Hal itu diungkapkan saksi mata kecelakaan maut odong-odong yang tertabrak kereta api di Kragilan, Kabupaten Serang.

Dalam tayangan Kompas Tv, saksi mata bernama Udin menjelaskan bahwa saat itu odong-odong berwarna merah itu konvoi bersama dengan satu odong-odong lainnya di Kragilan, Kabupaten Serang.

Satu odong-odong sudah melintas terlebih dahulu disusul odong-odong naas yang melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

BERITA VIDEO : DUA PENUMPANG BAJAJ TEWAS TERTABRAK KERETA API

“Sebelum 20 meter odong-odong melintas di perlintasan kereta warga sudah teriak-teriak ada kereta akan melintas. Tapi sepertinya tidak terdengar,” kata warga sekitar Udin, Selasa (26/7/2022).

Kemudian kata Udin, setelah bagian depan odong-odong berhasil melintas perlintasan kereta, bagian belakang tertabrak kereta.

Penumpang odong-odong yang duduk di bagian belakang pun terpental saat odong-odong tertabrak kereta.

Korban selamat dan mengalami luka-luka kemudian dievakuasi warga menggunakan mobil losbak untuk dibawa ke Puskesmas.

Sebelumnya odong-odong yang ditabrak kereta api di Serang melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten.

Peristiwa naas odong-odong berpenumpang ditabrak kereta api terjadi Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibat peristiwa tersebut sembilan orang tewas di mana tiga di antaranya merupakan anak-anak.

Sembilan korban tewas sudah dievakuasi ke RSUD sementara korban selamat dibawa ke RS Hermina Ciruas.

Tanpa palang pintu

Bagaimana kronologi detik-detik Odong-odong ditabrak kereta api di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten versi polisi?.

Dalam keterangannya di Kompas Tv, Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan bahwa Odong-odong yang ditabrak kereta api di Serang itu melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Peristiwa naas Odong-odong berpenumpang ditabrak kereta api terjadi Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu kata Yudha, sopir odong-odong melintasi perlintasan kereta tanpa palang pintu.

Tanpa diketahui, ternyata kereta juga melintas di saat bersamaan.

Akibatnya, bagian belakang odong-odong tertabrak kereta dan sejumlah penumpang yang duduk di bagian belakang terpental.

“Saya laporkan di tempat kejadian perkara (TKP) areal perlintasan kereta api enggak ada sama sekali palang pintu dan gak ada yang jaga,” jelasnya.

Saat itu, odong-odong membawa 20 penumpang. Dari 20 penumpang, sebanyak Sembilan orang tewas di lokasi kejadian.

Dari Sembilan orang tewas, tiga orang merupakan anak-anak dan enam orang dewasa.

Sementara tujuh orang alami luka-luka akibat peristiwa tragis tersebut. Sebanyak enam orang luka ringan dan sadarkan diri dan satu korban luka berat.

Saat ini semua korban selamat sudah dilarikan ke RS Hermina Ciruas, Serang.

Korban tewas juga sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang.

Informasi saat ini, semua penumpang odong-odong merupakan warga Walantaka, Kota Serang.

Sementara sopir odong-odong selamat dan tengah diperiksa pihak kepolisian.

Kata Yudha, kondisi sopir odong-odong masih syok dan terdiam sehingga belum bisa banyak dimintai keterangan.

Polisi juga masih melakukan olah TKP di sekitar tempat kejadian.

Yudha menjelaskan bahwa saat ini bangkai odong-odong berwarna merah itu sudah dipinggirkan sehingga perlintasan kereta api kembali normal.

Polisi juga masih mengumpulkan puing-puing odong-odong dan sejumlah barang bukti lain di TKP.

“Tim masih beekerja di lokasi untuk olah TKP dan mintai keterangan saksi-saksi di TKP dan pulihkan kondisi di TKP serta evakuasi barang bukti odong-odong,” jelasnya.

Kata Yudha, dari informasi warga sekitar, mereka sudah kerap meminta dibuatkan palang pintu kereta di perlintasan yang menjadi TKP tersebut.

“Warga sudah meminta dibangun palang pintu sehingga bisa beritahu pengguna jalan saat kereta melintas,” tuturnya.

(Sumber : Wartawan Wartakotalive.com, Desy Selviany/Des/Kompas TV)

 

Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved