Berita Kriminal

Rugikan 24 Pemohon Sertifikat Hingga Rp 10 Miliar, Enam Orang Mafia Tanah Diringkus

Pelaku mengubah isi sertifikat program PTSL tahun 2017/2018 dengan menghapus data awal yang ada di sertifikat dengan cairan baycline.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Hironimus Rama
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin (tengah) merilis kasus mafia tanah di Kabupaten Bogor di Cibinong pada Senin (1/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Sebanyak 6 orang mafia tanah diringkus aparat kepolisian karena merugikan setidaknya 24 pemohon sertifikat tanah hingga senilai Rp 10 miliar.

Para pelaku mafia tanah yang diringkus polisi tersebut masing-masing berinisial MT alias KM (30), SP alias BK (31), AR (28), AG (23), RGT (25) dan DK (49).

Keenam mafia tanah yang kerap beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor tersebut diringkus Satreskrim Polres Bogor pada Senin (1/8/2022).

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan enam orang ini diduga melakukan pemalsuan sertifikat tanah Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di wilayah Kabupaten Bogor.

"Keenam orang ini merupakan pelaku yang memiliki peran menerbitkan berkas-berkas palsu serta calo yang mengurus penerbitan sertifikat Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)," kata AKBP Iman Imanuddin, Senin (1/8/2022).

 AKBP Iman Imanuddin menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari adanya pengaduan masyarakat terkait SHM Nomor 7988.

Baca juga: Info Terkini Cuaca Bekasi Hari Ini, Selasa 2 Agustus 2022, Kondisi Cerah Berawan, Siang Udara Panas

Baca juga: Jadwal SIM Keliling Polres Karawang Selasa 2 Agustus 2022 di Mall Cikampek Hingga Pukul 15.00 WIB

"Warga mengaku tanahnya diwilayah Sukahati, Cibinong, Bogor diduga bermasalah," ujarnya

Warga pemohon yang kesulitan ini lalu mencoba memakai jasa calo dan ternyata berhasil dengan kompensasi harus membayar Rp 25 juta hingga Rp70 juta.

"Pemohon bayar didepan Rp 10 juta. Setelah sertifikat jadi, mafia Tanah ini meminta sisanya. Saat penyerahan sisa ini, tim melakukan penangkapan," papar AKBP Iman Imanuddin.

Tim Satreskrim Polres Bogor yang langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan menangkap enam orang  pelaku mafia tanah ini.

Dari antara para pelaku ini, satu orang diantaranya adalah oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) atasnama DK yang mampu masuk ke sistem database BPN.

Modus para mafia Tanah yakni merekayasa atau merubah isi sertifikat program PTSL tahun 2017/2018 dengan menghapus data awal yang ada di sertifikat dengan cairan baycline.

Baca juga: Jadwal SIM Keliling Kota Bekasi Selasa 2 Agustus 2022 di Mega Bekasi Hypermall, Simak Persyaratannya

Baca juga: Thomas Doll Sebut Pemain Muda Persija Jakarta Frengky Missa Layak Dipanggil ke Timnas Indonesia U-19

Kemudian mereka mencetak ulang isi sertifikat dengan memasukan ke dalam akun Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP).

Saat dilakukan penggeledahan dirumah tersangka AR di Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, ditemukan banyak dokumen sertifikat PTSL tahun 2017/2018.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved