Berita Kriminal

DPR Bertanya Soal Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD: Jangan Tanya Ke Saya, Biar Nanti Penyidik

Menkopolhukam Mahfud MD dicecar DPR untuk terbuka mengenai motif pembunuhan Brigadir J yang diotaki eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Editor: Panji Baskhara
Kolase Tribunnews.com
Menkopolhukam Mahfud MD dicecar DPR untuk terbuka mengenai motif pembunuhan Brigadir J yang diotaki eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Foto: Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawati dan Brigadir J (Kanan). 

TRIBUNBEKASI.COM - Digelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Senin (22/8/2022).

Di rapat dengar kasus pembunuhan Brigadir J ini, dihadirkan Ketua Kompolnas sekaligus Menkopolhukam Mahfud MD.

Diketahui, Komisi III DPR RI bersama Komnas HAM, Kompolnas, dan LPSK menggelar RDP di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin ini.

Awalnya, Mahfud MD menjelaskan terkait skenario pembunuhan Brigadir J.

Baca juga: Benny K Harman Usul Nonaktifkan Kapolri dalam Menangani Kasus Pembunuhan Brigadir J, Apa Alasannya?

Baca juga: Grafik Terbaru Konsorsium 303 Viral di Medsos, Bagaimana Tanggapan Polri?

Baca juga: Istri Irjen Ferdy Sambo Sakit, Polri Antisipasi Putri Candrawathi Kabur dan Hilangkan Barang Bukti

Menurutnya, Kompolnas mempunyai dua sikap terhadap kasus ini yang berubah dari skenario pertama dan kedua.

"Ketika peristiwa diumumkan tanggal 11 Juli 2022, Kompolnas langsung bergerak, saya sedang berada di Mekkah, langsung bergerak ke TKP dan Pak Benny Mamoto mendapat penjelasan bahwa ini terjadi tembak-menembak dan ada korban," katanya.

Selanjutnya, Mahfud MD berpendapat, penjelasan Polri soal skenario kasus tersebut dinilai tidak masuk akal.

"Saya melayani wawancara di tayangan televisi, tampaknya itu tidak masuk akal yang diumumkan oleh Polri antara penjelasan dari fakta ke fakta itu kaitan sebab akibatnya tidak jelas."

"Ini kalau menurut hukum pidana harus ada sebab-akibat. Ini sangat meragukan," ungkap Mahfud MD, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube TVR Parlemen, Senin siang.

"Tapi dari TKP, Pak Benny Mamoto dan kawan-kawan tetap berpegang kepada skenario itu. Lalu, saya panggil semua anggota Kompolnas melalui video conference, apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.

Mahfud MD pun melihat isu-isu di luar berbeda dengan apa yang dijelaskan oleh Polri.

Sehingga, Kompolnas dan Komnas HAM dinilai tidak sensitif terhadap isu di luar, sudah disetir terkait skenario pembunuhan Brigadir J.

Menko Polhukam Mahfud MD, menjelaskan dalam jumpa pers terkait Kasus Kematian Brigadir Joshua di Kemenko Polhukam, Selasa (9/8/2022). (Kemenko Polhukam RI)

 

 

Mahfud MD mengatakan, Ferdy Sambo sempat memanggil para petinggi Kompolnas dan Komnas HAM ketika berita meninggalnya Brigadir J dirilis.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved