Selasa, 19 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Bulutangkis

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022: Jonatan Christie Gagal ke Semifinal Secara Menyakitkan

Tinggal 1 poin lagi dan Jonatan Christie akan melaju ke babak Semifinal. Tapi nasib berkata lain.

Tayang:
Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah | Editor: AC Pinkan Ulaan
Media Humas PBSI
Jonatan Christie kalah dengan menyakitkan dari Chou Tien Chen di babak Perempat Final Kejuaraan Dunia 2022, Jumat (26/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, TOKYO - Kekalahan pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie, di babak Perempat Final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022, sungguh tragis.

Bayangkan, di gim penentuan atau gim 3, Jojo, panggilan akrab Jonatan Christie, sudah mencapai match poin dan tinggal 1 poin lagi untuk melaju ke babak Semifinal. Tapi nasib berkata lain.

Maka tak mengherankan bila Jojo tidak bisa menahan rasa kecewanya.

Tinggal satu poin lagi dia mampu menyabet medali Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya.

Hanya saja sang lawan, Chou Tien Chen, mampu bangkit dari ketinggalan 5 poin, 15-20 menjadi emenang 22-20 di gim pemungkas.

Dalam laga Perempat Final yang dilangsungkan di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Jumat (26/8) itu, Jojo itu sebenarnya sudah bermain baik.

Kurang antisipasi

Di gim pertama dia mampu mengontrol permainan dan menang 21-14.

Di gim kedua perlawanan Jojo memang agak kendur, sehingga dia dipaksa melepas gim 2 dengan skor 11-21.

Di gim 3 semua berjalan sangat baik, Jojo terus mengungguli pebulutangkis Taiwan itu dalam perolehan poin.

Akhirnya match point itu tiba, tapi sayang Jojo tak mampu menyelesaikannya.

"Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan pertandingan dengan tanpa cedera. Kecewa pasti, tapi saya tadi sudah melakukan yang terbaik," kata Jojo.

"Kondisi angin cukup kencang di sisi lapangan saya yang terakhir. Chou mencoba terus menarik saya ke belakang dan itu yang beberapa kali menyusahkan," lanjutnya.

Jojo mengatakan bahwa di poin-poin kritis, Chou mengubah strateginya dan dia tak kuasa mengantisipasi hal tersebut.

"Setelah interval gim ketiga, sebenarnya saya sudah bisa meredam pola yang dia gunakan di gim kedua. Saya jaga belakangnya. Tapi setelah poin kritis, mungkin di poin 20-17 dia mengubah pola dengan bermain depan. Saya coba jaga depannya tapi dia akhirnya balik lagi tarik ke belakang. Itu yang kurang saya antisipasi," kata Jojo menguraikan penyebab kekalahan menyakitkan itu.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved