Senin, 20 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kenaikan harga BBM

Pahmi Warga Karawang Mengeluh Kenaikan Harga BBM Pertamina Mendadak

Sejumlah konsumen BBM Pertamina di Karawang mengeluh dengan kenaikan harga BBM, mulai Sabtu (3/9/2022).

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
Sejumlah konsumen BBM Pertamina di Karawang mengeluh dengan kenaikan harga BBM, mulai Sabtu (3/9/2022). 

Faisal mengatakan, harga BBM bersubsidi di Indonesia amat jauh dari harga keekonomiannya.

Subsidi solar lebih dari Rp 10.000 per liter dan pertalite Rp 7.100 per liter.

"Berapa pun kuota BBM bersubsidi tidak akan pernah cukup" kata dia.

Ia usulkan harga BBM segera dinaikkan.

Akan tetapi, kenaikannya harus terukur agar tidak terlalu membebani rakyat.

"Gunakan semua instrumen untuk meringankan beban rakyat,” ujarnya.

Lamhot Sinaga mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi harus dikendalikan.

Jika tidak, subsidi energi bisa bertambah hampir Rp 200 triliun pada 2022.

Kini, subsidi energi Rp 502 triliun dan akan menjadi Rp 698 triliun jika kuota BBM bersubsidi ditambah.

“APBN harus diselamatkan demi kepentingan bangsa" kata dia.

DPR tengah membahas beberapa skenario pengendalian subsidi BBM.

Skenario itu termasuk pembatasan konsumen, penyesuaian harga, atau kombinasi keduanya.

Data yang diterima DPR, hanya 30 persen BBM bersubsidi dikonsumsi sepeda motor dan angkutan umum.

Maka, subsidi BBM bisa dipangkas 70 persen jika hanya kedua jenis kendaraan itu boleh mengonsumsi.

"Saya kira ini akan lebih dilakukan segera. Pertamina sudah menyatakan sanggup melaksanakan mekanisme ini,” kata dia.

Angkutan umum terdiri dari kendaraan berpelat kuning serta kendaraan untuk taksi dan ojek daring.

Untuk kendaraan transportasi daring, mekanisme subsidinya berupa kupon pembelian BBM.

Perombakan

Mamit menegaskan, pemerintah dapat momentum perombakan pola subsidi BBM dan energi secara keseluruhan.

"Harus tahun ini, tahun depan sudah tahun politik. Tidak mungkin ada keputusan-keputusan terkait perubahan penting" kata dia.

Selama ini, jelas subsidi kontraproduktif. Selain tidak tepat sasaran, juga menjadi mubazir.

"Subsidi BBM memperlebar jurang kaya dan miskin. Penikmat terbesarnya orang kaya,” ujarnya.

Selain itu, konsumsi BBM melonjak seiring peningkatan kemacetan di jalan.

Artinya, subsidi malah terbakar di jalan.

Hal lain yang disoroti Mamit ialah solar malah dikonsumsi kendaraan pengangkut hasil tambang dan kebun sawit.

Padahal, pertambangan dan perkebunan sawit dimiliki orang-orang kaya.

"Tata ulang subsidi, harus direformasi" kata dia.

Ia juga mendesak pemerintah segera menaikkan harga BBM.

"Menaikkan sekali atau dicicil dampaknya akan sama. Daripada ribut terus, sekalian saja,” ujarnya.

Faisal mengingatkan, BBM harus mahal karena minyak sumber daya langka.

Dengan tingkat produksi sekarang, Indonesia akan kehabisan cadangan minyak sebelum 2030.

Artinya, kebutuhan minyak akan sepenuhnya dari impor.

Sejak 2007, Indonesia telah menjadi importir bersih.

Sebab, jumlah produksi di bawah konsumsi.

Kini, setiap hari Indonesia hanya memproduksi 600.000 barel minyak.

Padahal, konsumsinya mencapai 1,6 juta barel per hari.

Selisih 1 juta barel harus diimpor dan dibayar dalam mata uang asing.

Impor BBM salah satu penyebab rupiah melemah karena permintaan uang asing tinggi untuk membayar impor.

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved