Kenaikan harga BBMM
Imbas Kenaikan Harga BBM Solar per Sabtu Kemarin, Harga Tiket Bus AKAP Juga Naik 25 Hingga 40 Persen
Untuk bus yang melayani rute jarak pendek, tarifnya akan naik berkisar 25 persen, rute menengah naik 30 persen dan rute jauh berkisar 35-40 persen.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN --- Kenaikkan harga BBM subsidi jenis pertalite dan solar tak hanya berdampak langsung terhadap masyarakat, namun juga para pengusaha bisnis transportasi darat, khusus perusahaan otobus yang melayani trayek antar kota antar provinsi (AKAP).
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menyatakan kenaikkan harga secara otomatis akan mendongkrak harga tiket bus AKAP akibat penambahan biaya operasional.
"Kenaikan BBM solar ini berdampak langsung terhadap biaya operasional bus. Kami pasti melakukan penyesuaian harga tiket mulai besok," kata pria yang akrab disapa Sani tersebut, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/9/2022).
Sani menjelaskan penyesuaian harga diberlakukan sesuai dengan rute trayek bus.
Untuk bus yang melayani rute jarak pendek, tarifnya akan naik berkisar 25 persen, rute menengah naik 30 persen dan rute jauh berkisar 35-40 persen.
Belum lagi, beberapa SPBU melakukan pembatasan pembelian kepada bus yang hendak membeli bahan bakar solar.
Baca juga: Harga BBM Pertamax Naik Hari Ini Jadi 14.500 Per Liter, Pertalite Rp 10.000 Hingga Solar Rp 6.800
Baca juga: Setelah Harga BBM Solar Naik, Tarif Perjalanan Bus AKAP Ikut Naik Sampai 40 Persen
Kondisi tersebut dinilainya semakin mempersulit pengusaha otobus.
"Kami minta setelah ada kenaikan harga solar ini, kami khususnya angkutan umum, tidak dibatasi lagi pembeliannya seperti sekarang. Semua ini tinggal ketegasan dan pengawasan pemerintah saja," ucapnya.
Sani juga mengharapkan agar pemerintah merangkul para pengusaha otobus yang saat ini juga menghadapi masalah kenaikkan harga spare parts kendaraan.
BERITA VIDEO : PEMERINTAH UMUMKAN KENAIKAN HARGA BBM BERSUBSIDI
"Yang harus diketahui semua pihak adalah sebelum kenaikan BBM solar terjadi, harga spare parts sudah naik. Dalam kurun waktu tiga bulan ini saja, kenaikan harga spare parts sudah sampai 15 persen naiknya," keluh Sani.
Sebelumnya, pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar serta BBM non-subsidi Pertamax 92 yang diberlakukan pada Sabtu (3/9/2022) ini, sejak pukul 14.30 WIB tadi.
Adapun tarif baru yang berlaku yakni, Pertalite dari harga Rp7.650 naik menjadi Rp10.000 per liter, solar dari harga Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.
Kemudian Pertamax 92 dari harga Rp12.500 naik menjadi Rp14.500.
Polrestro Tangerang jaga ketat SPBU
Polres Metro Tangerang memastikan melakukan pengamanan ketat pada 74 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota Tangerang.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, pengamanan tersebut dilakukan, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Untuk mengantisipasi keamanan dan kepanikan masyarakat, Polres Metro Tangerang Kota memperketat pengamanan di SPBU-SPBU yang ada di kawasan Kota Tangerang," ujar Kombes Pol Zain Dwi Nugoho, Sabtu (3/9/2022).
"Petugas kami siagakan di tiap SPBU-SPBU yang berada di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota," imbuhnya.
Zain menerangkan, setiap personel ditempatkan pada setiap SPBU untuk memantau dan memonitor secara langsung proses pengisian bahan bakar para pengendara dapat berjalan tertib dan aman.
Selain itu, penempatan petugas juga dilakukan dalam mengantisipasi adanya praktik penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Masyarakat kami minta untuk tidak panik atau pannic buying dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat," kata dia.
"Supaya kemanan dan ketertiban masyarakat dapat terjaga, setelah ditetapkannya kenaikan harga BBM," tuturnya.
Pemerintah Pusat resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan BBM pada pukul 14.30 WIB tadi.
Kenaikan BBM tersebut menyebabkan bahan bakar jenis Pertamax menjadi Rp 14.500, Pertalite Rp 10.000, serta Solar Subsidi Rp 6.800.
Di Kota Tangerang sendiri terdapat sebanyak 74 SPBU Pertamina dan 16 Pertamini atau Pertashop yang dilakukan pengawalan.
Pengamanan dan pengawasan tidak hanya dilakukan oleh personel Polrestro Tangerang Kota, melainkan melibatkan Kodim 0506/Tangerang, serta Satpol PP Kota Tangerang.
"Personel yang bertugas di 74 SPBU dan 16 Permini ini adalah petugas gabungan, demi menastikan semua berjalan dengan aman dan lancar," jelas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.
(Sumber : TribunBekasi.com/Rangga Baskoro/TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro)