Berita Bekasi

Meski Minim Anggaran, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Akselerasi Program dan Pembangunan Infrasturktur

Hal pertama yang dilakukannya yakni mempercepat serapan anggaran sehingga program dan pembangunan bisa langsung dikerjakan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdam. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar acara media gathering dalam rangka 100 Hari Kerja Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan.

Dalam acara tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Barat itu, memaparkan kinerja yang telah dilakukannya selama tiga bulan kebelakang.

Dani Ramdan menjelaskan hal pertama yang dilakukannya yakni mempercepat serapan anggaran sehingga program dan pembangunan bisa langsung dikerjakan.

"Dari sisi anggaran, saya percepat pelaksanaannya, karena pada saat saya mulai memimpin di Kabupaten Bekasi, realisasi anggaran masih di angka 20 persen. Sekarang selama 3 bulan bertugas, meningkat ke angka 46 persen untuk serapan belanja. Sedangkan realisasi pendapatan, naik dari 20 persen menjadi 62 persen," tutur Dani melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/9/2022).

Peningkatan realisasi anggaran tersebut menurutnya dapat dilihat melalui akselerasi kegiatan pembangunan di bidang infrastruktur yang terus dikerjakan sesuai dengan masa pengerjaannya.

Baca juga: Bakal Dihapus 2023, Ridwan Kamil Harapkan Pemerintah Pusat Bijak Tentukan Nasib Tenaga Honorer

Baca juga: Polisi Bekuk ART Dara Arafah yang Curi Brankas Berisi Uang Ratusan Juta

"Seperti gedung, baik sekolah maupun bangunan lain, sedang terus kita kawal tepat waktu, karena butuh waktu beberapa bulan. Adapun infrastruktur lain, sudah mulai kita tuntaskan, seperti program Rutilahu dan SPAL-DS, 2 minggu selesai," lanjutnya.

Dani Ramdan menyebutkan, ada juga program yang menuntut untuk segera diselesaikan meskipun di APBD tidak teralokasi, yang memang hasilnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Tidak ada di APBD-nya tetapi sangat mendesak. Misalnya jalan-jalan desa, yang menghubungkan antar kecamatan dan desa itu, beberapa kita selesaikan tanpa APBD karena memang di alokasi 2022 belum teranggarkan, tapi di lokasi sudah viral karena kerusakannya menimbulkan banyak kecelakaan, itu kita selesaikan," ungkapnya.

Selanjutnya pada aspek sosial budaya, Pemkab Bekasi juga menjaring minat masyarakat melalui peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-72 dan HUT RI ke-77, dengan 14 agenda yang berbeda.

"Dengan partisipasi berbagai pihak, khususnya dunia usaha, ormas keagamaan, hampir 14 kegiatan yang sebagian besar bisa dilaksanakan tanpa APBD," katanya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Pria Paruh Baya di TPU Karawang, Alami Luka Parah Diduga Korban Pembunuhan

Baca juga: Tak Bergerak, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Hari Sabtu Ini Seperti Kemarin, Simak Rinciannya

Selain itu, pihaknya telah membentuk sejumlah satuan tugas (satgas) yang khusus menangani sejumlah permasalahan, seperti lingkungan, kemiskinan dan pengangguran yang melibatkan koordinasi antar instansi pemerintah dan non-pemerintah.

"Kami telah membuat satgas pengurangan pengangguran dan merangkul sebanyak 167 perusahaan swasta sehingga bisa meningkatkan serapan tenaga kerja lokal Kabupaten Bekasi," ujar Dani Ramdan.

Dani Ramdan mengakui bahwa di awal masa jabatannya, Pemkab Bekasi tak memiliki anggaran yang memadai untuk melakukan program-program baru. Oleh sebab itu, ia fokus pada program yang telah lebih dulu dianggarkan.

"Anggarannya memang minim. Tapi saya upayakan semua yang sudah diprogramkan bisa dilaksanakan. Intinya satu, terus pantau dan sering-sering melihat ke lapangan sehingga program yang suda ada itu benar-benar dijalankan," ungkapnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved