Berita Bekasi

Massa Buruh Demo di Depan Kantor Pemkot Bekasi Sampaikan Sejumlah Tuntutan, Ini Isinya

Meskipun massa aksi berkumpul hingga hampir menutup Jalan Ahmad Yani arah Mega Bekasi, namun dua lajur jalan masih dapat dilintasi oleh pengendara.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (14/9/2022).

Aksi demonstrasi tersebut dilakukan terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pantauan TribunBekasi.com massa aksi dengan membawa spanduk penolakan harga BBM, berkumpul di depan pintu masuk Kantor Pemerintah Kota Bekasi.

Mereka melakukan orasinya diatas mobil komando.

Meskipun massa aksi berkumpul hingga hampir menutup Jalan Ahmad Yani arah Mega Bekasi, namun dua lajur jalan masih dapat dilintasi oleh pengendara roda dua maupun roda empat.

Baca juga: PPATK Temukan Aliran Dana Judi Online Hingga Rp155 Triliun, Begini Respons Polri

Baca juga: Sebanyak 698 Personel Gabungan Diturunkan Amankan Demo Buruh di Depan Pemkot Bekasi 

Karenanya, meski ada aksi demonstrasi buruh di lokasi tersebut tidak ada pengalihan arus lalu lintas.

"Kita beberapa minggu ini gelar aksi  kenaikan harga BBM. Kenapa? Supaya apa agar aksi ini didengar pemerintah. Kalo kita aksi hanya mewakili saja, pemerintah saat ini sedang tutup hati dan tutup mata," kata orator di atas mobil komando, Rabu (14/9/2022).

Sementara itu terpisah, Sekretaris KC FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, Sarino, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keluh kesah para buruh terhadap Pemerintah, karena telah menaikan harga BBM.

Kenaikan harga BBM tersebut tentu berdampak buruk bagi para buruh di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.

"Kami sebagai buruh juga sangat berkepentingan terkait dengan ini. Kenapa? karena dengan kenaikan harga BBM ini sangat mempengaruhi daya beli masyarakat padahal sama-sama kita tahu upah buruh ini tahun 2022 aja tidak ada kenaikan," kata Sarino.

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Hari Rabu Ini Anjlok, Terendah Sejak 7 Bulan Lalu, Cek Daftarnya

Baca juga: Sedang Cari Calon Suami, Mantan Istri Rapper Iwa K Siap Menikah Lagi

Maka dari itu, diungkapkan Sarino dalam aksi demo yang digelar di depan Kantor Pemerintah Kota ini ada beberapa tuntutan yang disampaikan.

Pertama yaitu menolak keras terkait kenaikan harga BBM, serta meminta untuk menaikan upah sebesar Rp 15-20 persen.

"Pertama kita menolak kenaikan harga BBM, yang kedua kita minta kenaikan upah sebesar 15-20 persen, ketiga kita menolak adanya Omnibus Law, kenapa kita menolak uud omnibus law karena kenaikan upah itu tergantung dengan omnibus law," ucapnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved