Kasus Korupsi, Menkopolhukam Mahfud MD Menduga ubernur Papua Lukas Enembe Punya Manajer Khusus

Menkopolhukam Mahfud MD sebut kuat dugaan Gubernur Papua Lukas Enembe diduga kuat memiliki manajer khusus untuk mengelola dana haram pencucian uang.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Menkopolhukam Mahfud MD sebut kuat dugaan Gubernur Papua Lukas Enembe diduga kuat memiliki manajer khusus untuk mengelola dana haram pencucian uang. Foto: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Dr. Mahfud MD, SH., S.U., M.I.P 

TRIBUNBEKASI.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe diduga kuat memiliki manajer khusus untuk mengelola dana haram pencucian uang.

Hal itu diungkapkan oleh Menkopolhukam Mahfud MD dalam konferensi pers sebelum wacana aksi demonstrasi Save Lukas Enembe, Selasa (20/9/2022) di Papua.

Mahfud MD mengatakan, korupsi yang menjerat orang nomor satu di Papua itu bukan hanya soal gratifikasi Rp1 miliar.

Selain sudah terbukti menerima suap senilai Rp 1 miliar, saat ini PPATK juga mencium aliran dana tidak wajar ke rekening Lukas Enembe.

Aliran dana tidak wajar itu kata Mahfud MD bahkan nilainya mencapai ratusan miliar dari 12 hasil analisis yang dilaporkan ke KPK.

Saat ini saja ada uang senilai Rp 71 miliar yang tersebar di sejumlah rekening Lukas Enembe sudah diblokir.

Kasus mega korupsi yang melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe itu diduga terkait dana operasional pimpinan dan dana pengelolaan PON.

Bahkan, Mahfud MD menduga, Lukas Enembe memiliki manajer khusus untuk mengelola pencucian uang.

“Ada kasus-kasus lain yang sedang didalami terkait kasus ini misalnya ratusan miliar dana operasional pimpinan, dana pengelolaan PON, dan adanya manajer pencucian uang yang dilakukan atau dimiliki oleh Lukas Enembe,” jelas Mahfud MD dikutip dari Kompas Tv.

Maka dari itu Mahfud MD pun memastikan bahwa penetapan tersangka pada Lukas Enembe tidak ada kepentingan politik apapun.

“Kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik tidak ada kaitannya dengan Parpol atau pejabat tertentu, melainkan merupakan temuan dan fakta hukum dan ingin saya sampaikan,” bebernya.

(Wartakotalive.com/DES) 

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved