Berita Bekasi

Imbas Ratusan Koperasi Mati Suri, Pemkab Bekasi Fokus Tingkatkan Kualitas

Dari total 1.100 koperasi yang tercatat, kini hanya 525 koperasi saja yang aktif. Dari 525 koperasi aktif itu, hanya 200 yang sehat keuangannya.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Iyan Priyatna. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Iyan Priyatna menjelaskan bahwa akibat ratusan koperasi di wilayahnya tak lagi aktif, pihaknya akan berupaya meningkatkan kualitas koperasi yang masih aktif.

Dari Total 1.100 koperasi yang tercatat, kata dia, kini hanya sebanyak 525 koperasi saja yang aktif.

Kemudian hanya terdapat 200 koperasi dari 525 koperasi yang kondisi keuangannya sehat.

"Sekarang ini kita fokusnya ke kualitas, jadi tidak mengejar kuantitas, arah kebijakan pemerintah seperti itu. Jadi dari pada koperasi banyak tapi tidak berkualitas," kata Iyan Priyatna saat dikonfirmasi, Jumat (23/9/2022).

Guna mewujudkan hal tersebut, Iyan Priyatna mengatakan  telah membentuk tim khusus untuk melakukan pembinaan beserta melakukan penyisiran ke koperasi yang tak lagi aktif.

Baca juga: SIM Keliling Karawang Sabtu 24 September 2022 di Parkiran Mega Mal Hingga Pukul 12.00 WIB

Baca juga: Cuaca Karawang Sabtu 24 September 2022, Siang Hingga Sore Hujan, Malam Berawan, Awas Angin Kencang

Baca juga: Mainkan Peran Antagonis, Eva Anindita Kesulitan Jaga Emosi di Sinetron Cinta 2 Pilihan

Karena pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan kualitas ketimbang kuantitas koperasi.

"Sudah kami rencanakan, sudah ada satgasnya, jadi sebagian untuk melakukan pembinaan koperasi yang masih aktif. Sisanya tinjauan ke lapangan untuk menyisir mana saja yang sudah enggak aktif," ucapnya.

Iyan Priyatna mengatakan bahwa koperasi yang aktif biasanya dinaungi oleh sebuah perusahaan yang karyawannya aktif melakukan transaksi keuangan.

Sedangkan koperasi di lingkungan perumahan warga hanya sedikit saja yang aktif dikarenakan minat masyarakat untuk menabung di koperasi dinilainya rendah. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved