Berita Jakarta

Najwa Shihab Sindir Anies Baswedan Tidak Hadir dalam Sebuah Acara Talk Show: Naudzubillah Min Dzalik

Wartawan senior Najwa Shihab menyindir keras Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tak hadir dalam sebuah acara talk show di Jakarta Selatan.

Penulis: Indri Fahra Febrina | Editor: Panji Baskhara
Kolase TribunBekasi.com/Istimewa
Foto Kolase: Najwa Shihab dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 

TRIBUNBEKASI.COM - Wartawan senior Najwa Shihab menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sindiran dari Najwa Shihab itu, dikarenakan Anies Baswedan tidak hadir dalam sebuah talk show.

Menurut Najwa Shihab, ia sempat mengundang Anies Baswedan di medianya.

Tujuannya untuk meminta jawaban soal permasalahan banjir, anggaran pulpen Rp124 Miliar, dan temuan kelebihan pembayaran dalam sejumlah proyek.

Baca juga: FGD Golkar DKI: Bahtiar Dinilai Cocok Jadi Pj Gubernur DKI Gantikan Anies Baswedan, Ini Alasannya

Baca juga: FGD Golkar DKI-Warta Kota: Mencari Figur Tepat Penjabat Gubernur DKI Jakarta Gantikan Anies Baswedan

Baca juga: Soal Pemanfaatan Pulau Reklamasi, Gerindra Bela Anies, Sebut Ikuti Perpres

Pernyataan tersebut disampaikan Najwa Shihab dalam acara Indonesia Millenial And Gen-Z Summit 2022 di The Tribrata Jakarta, Jakarta Selatan.

Sebagai informasi, Najwa mendirikan sebuah media massa bernama Narasi pada 2018 silam.

"Ketika kami di TV, berkali-kali kami mengangkat isu yang kencang terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Soal banjir beberapa kali."

"Ingat enggak sih soal anggaran yang waktu itu harga pulpennya luar biasa, naudzubillah min dzalik, enggak masuk akal. Itu kita bahas," ujar Najwa di lokasi pada Jumat (30/9/2022).

"Soal kasus kelebihan bayar kita bahas dan ketika kita bahas itu kita mengundang orang-orang yang paling vokal dan paling kencang mengkritisi kebijakan-kebijakan yang diambil," sambungnya.

Putri Ustaz kondang Quraish Shihab itu menyebut ketidakhadiran Anies adalah hal biasa dan fenomena umum.

Dalam artian yaitu, pejabat publik terbiasa menghindar saat ada permasalahan yang tidak dikehendaki untuk dibahas.

"Sebetulnya tidak datang itu biasa. Pejabat publik kalau hal-hal yang enggak ngenakin itu memang biasanya menghindar. Jadi, itu bukan hanya gubernur DKI Jakarta (saja),"

"Tetapi itu dilakukan oleh semua pejabat publik yang memang tidak mau bahas hal-hal yang enggak mengenakkan" tandasnya.

(Wartakotalive.com/M35)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved