Liga 1
PSSI Minta Liga 1 Segera Bergulir Kembali, Format bisa Berubah Seturut Izin Pemerintah
PSSI juga ingin kompetisi Liga musim 2022/2023 dimulai kembali. Namun keputusan ada di Pemerintah.
Penulis: Abdul Majid | Editor: AC Pinkan Ulaan
“Komunikasi dengan pemerintah selalu kami lakukan, Federasi (PSSI) yang lebih fokus melakukan. Jadi, komunikasi dengan pemerintah selalu kami lakukan,” ujar Juni.
“Katanya sudah ada lampu hijau, tapi ini masih katanya. Kecuali sudah keluar izin, tapi mudah-mudahan sebelum RUPS tanggal 15 nanti masalah izin sudah ada kepastian,” tandasnya.
Keluhan soal sudah lamanya Liga 1 berhenti tak hanya datang dari manajemen klub, tapi juga dari pemain.
Ajakan Spaso
Ilija Spasojevic, striker Bali United, sebagaimana dilansir laman PSSI, menulis di akun Instagramnya “Ayo bermain sepak bola.”
Kalimat itu bisa diartikan ajakan Spaso, panggilan akrabnya, agar Liga 1 dimulai kembali.
Sebuah artikel di laman PSSI memuat data hasil kajian Universitas Indonesia soal pentingnya kompetisi sepak bola ini dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Disebutkan di sana, selama satu musim Kompetisi Liga 1 telah menggerakkan tenaga kerja sekitar 112.000 orang.
Mereka itu adalah mulai dari pemain, pelatih, pekerja klub, pedagang merchandise, jersey, jasa transportasi, perhotelan, katering, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Maka, begitu kompetisi berhenti, tidak hanya Liga tapi tapi juga Liga 2 dan Liga 3, geliat perekonomian juga melambat.
Bahkan Madura United juga memulangkan pelatih dan pemain asingnya untuk penghematan biaya operasional klub.
Maka tak mengherankan bila semua klub meminta kompetisi Liga dimulai kembali.
Saran TGIPF
Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Nugroho Setiawan, menyatakan ada beberapa poin penting sebagai rekomendasi untuk memulai kembali Liga 1.
Poin utama adalah kapasitas penonton di stadion yang harus disesuaikan dengan kondisi stadion tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Ilustrasi-bola.jpg)