Jumat, 22 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Liga 1

PT LIB RUPS Luar Biasa Hari ini, Bahas Kelanjutan Liga1 Indonesia

PT Liga Indonesia Baru menggelar RUPS Luar Biasa untuk membahas kelanjutan Liga 1 musim 2022/2023.

Tayang:
Penulis: Abdul Majid | Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram Liga 1 Match
Inilah klasemen sementara Liga 1 musim 2022/2023 sebelum kompetisi dihentikan sementara. 

Sebuah artikel di laman PSSI memuat data hasil kajian Universitas Indonesia soal pentingnya kompetisi sepak bola ini dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Disebutkan di sana, selama satu musim Kompetisi Liga 1 telah menggerakkan tenaga kerja sekitar 112.000 orang.

Mereka itu adalah mulai dari pemain, pelatih, pekerja klub, pedagang merchandise, jersey, jasa transportasi, perhotelan, katering, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Maka, begitu kompetisi berhenti, tidak hanya Liga tapi tapi juga Liga 2 dan Liga 3, geliat perekonomian juga melambat.

Bahkan Madura United juga memulangkan pelatih dan pemain asingnya untuk penghematan biaya operasional klub.

Maka tak mengherankan bila semua klub meminta kompetisi Liga dimulai kembali.

Saran TGIPF

Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Nugroho Setiawan, menyatakan ada beberapa poin penting sebagai rekomendasi untuk memulai kembali Liga 1.

Poin utama adalah kapasitas penonton di stadion yang harus disesuaikan dengan kondisi stadion tersebut.

"Kalau enggak mungkin 25.000 penonton dan terpaksa 18.000, ya itu harus dipatuhi kalau mau selamat," ujar Nugroho.

"Jadi mitigasi itu pencegahan risiko yang bakal terjadi, dan dampaknya apa. Jadi kalau mungkin mengubah struktur fisik, kan perlu (waktu) lama. Mungkin dibatasi dulu jumlah penontonnya. Ini juga termasuk edukasi untuk suporter," lanjutnya.

Audit risiko stadion

TGIPF bakal melakukan audit seluruh stadion di Indonesia bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI untuk menglasifikasi setiap stadion dalam 3 kategori risiko.

Audit itu akan membagi stadion yang mumpuni untuk menggelar pertandingan ke kelompok risiko rendah, menengah, dan tinggi.

"Dari hasil audit kan nanti ketahuan kelemahannya apa, kemudian mitigasinya apa. Klasifikasinya ya high risk, medium risk, dan low risk. Ini perlu dibuat untuk mengantisipasi kejadian seperti ini (Tragedi Kanjuruhan) terulang di masa mendatang," kata security officer berlisensi FIFA tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved