Kamis, 7 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Daerah

Alasan Ketua Gempadewa Memilih Menyetujui Pembebasan Tanah di Desa Wadas

Alasan Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), Insin Sutrisno sudah menyetujui pembebasan tanah Desa Wadas.

Tayang:
Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), Insin Sutrisno bersama 8 perwakilan warga menyerahkan berkas pembebasan tanah Desa Wadas, di Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Purworejo, Senin (26/12/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), Insin Sutrisno sudah menyetujui pembebasan tanah Desa Wadas.

Insin bersama 22 warga pemilik 34 bidang di Desa Wadas yang awalnya menolak keras penambangan lahan kuwari.

Namun kini, secara suka rela menyerahkan berkas untuk dilakukan pengukuran di Desa Wadas tersebut.

Ia akui, perubahan sikap dari menolak menjadi mendukung atas dasar kesadaran tanpa ada unsur paksaan. 

"Akhirnya kami karena sudah tua seperti ini, sudah diingatkan oleh Tuhan untuk tidak duniawi. Iya, karena kesadaran masing-masing, tidak ada saling maksa," papar Insin.

Ia datang sekitar pukul 09.35 WIB untuk menyerahkan berkas didampingi 8 warga lain di Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Purworejo, Senin (26/12/2022).

Mereka ditemui langsung oleh Kepala BPN Purworejo, Andri Kristanto di ruangannya. 

"Kami serahkan berkas warga yang sudah setuju untuk penambangan untuk Bendungan Bener. Ada 34 bidang, tapi orangnya kurang dari itu"

"Karena satu orang bisa punya bidang lebih dari satu. Kalau saya sendiri dengan yang kemarin 5 bidang," lanjut Insin.

Pertemuan berlangsung dialogis dan kekeluargaan. Bahkan, dirinya meminta proses pengukuran dan pencairan ganti rugi dilakukan dengan cepat.

Selain itu, uang ganti rugi yang ditetapkan harus sesuai dengan aturan. Jangan sampai nominal harga berbeda-beda.

"Soal ganti rugi sesuai aturan saja. Karena beredar informasi untuk ke depan yang tahap terakhir ada info lebih mahal."

"Perbedaan harga berdampak pada kekeluargaan kami di desa," tambahnya.

Untuk warga yang belum menyerahkan, Insin berharap ada pendekatan lagi dari pemerintah secara baik-baik.

"Harapan setelah penambangan warga kian sejahtera dan tetap bisa bertani. Dan yang terima uang ganti rugi, uangnya tidak dipakai yang aneh-aneh, pakai uang itu sesuai kebutuhan dan anak cucu kita," terangnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved