Kamis, 23 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Kabar Baik, Pabrik Produksi Katalis Segera Berdiri di Cikampek, Progres Pembangunan Capai 90 Persen

Kehadiran KSI merupakan wujud nyata sinergi antara perusahaan BUMN dengan lembaga pendidikan dan para ilmuwan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Dok. KSI
Pabrik produksi katalis segera berdiri di Cikampek, Kabupaten Karawang. Progres pembangunan capai 90 persen. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI), perusahaan memproduksi katalis pertama di Indonesia segera berdiri di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang. Saat ini, pembangunan pabrik sudah mencapai 90 persen.

Kehadiran KSI merupakan wujud nyata sinergi antara perusahaan BUMN dengan lembaga pendidikan dan para ilmuwan.

Yakni PT Pupuk Kujang, telah bergabung dengan PT Pertamina Lubricant, dan PT Rekacipta Inovasi (ITB) dalam satu konsorsium untuk melahirkan PT KSI.

Adapun porsi kepemilikan saham dalam konsorsium adalah PT Pertamina Lubricants (38 persen), PT Pupuk Kujang (37 persen) dan PT Rekacipta Inovasi ITB (25 persen).

BERITA VIDEO : POLISI TANGKAP PEMBOBOL BRANKAS CV SENTOSA

Keterlibatan dalam konsorsium ini merupakan bentuk komitmen Pupuk Kujang untuk selalu bersinergi dan mendukung penemuan-ilmuwan untuk kemajuan bangsa.

“Sekarang pembangunan pabrik katalis sudah mencapai 90 persen. Saat ini dalam tahap finishing pabrikasi dan konstruksi. Kami targetkan semua pengerjaan selesai di pekan terakhir bulan Februari 2023,” ujar Yoyon Daryono, Project Manager PT Katalis Sinergi Indonesia dalam keterangan yang diterima pada Kamis (9/2/2023).

Katalis merupakan zat atau material untuk mempercepat dan mengarahkan reaksi kimia saat mengkonversi suatu bahan baku menjadi bahan lain yang diinginkan. 

Baca juga: Presiden Partai Buruh Said Iqbal Ungkap Pemicu Kisruh di Pabrik Smelter PT Gunbuster Nickel Industry

Dalam pembuatan bahan bakar nabati (BBN) misalnya, katalis berfungsi untuk mempercepat reaksi dalam proses perubahan minyak sawit atau minyak buah jarak menjadi BBN.

Baik itu bensin, bahan bakar diesel bahkan bahan bakar pesawat terbang atau avtur.

Bahan bakar nabati ini kedepan diproyeksikan untuk banyak digunakan.

Sebab, BBM dari minyak bumi bersumber fosil akan semakin habis karena tidak dapat diperbaharui.

Dengan katalis, Indonesia bisa mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam kehidupan sehari-hari.

Pembuatan katalis sebagai penyokong energi searah dengan misi pemerintah untuk migrasi ke energi yang bisa diperbaharui dan ramah lingkungan.

Bahan bakar nabati akan menjadi opsi selain kendaraan listrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved