Bencana Alam

Bencana Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi, Ganjar Pranowo Temui Warga Lansia

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan dan berdialog dengan warga lansia yang terdampak hujan abu vulkanik Gunung Merapi.

Editor: Panji Baskhara
Instagram @ganjar_pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan dan berdialog dengan Mbah Darto dan warga, di aula Desa Krinjing Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, pada Senin (13/3/2023). Foto: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 

TRIBUNBEKASI.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan dan berdialog dengan Mbah Darto dan warga, di aula Desa Krinjing Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, pada Senin (13/3/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar Pranowo tampak akrab dan hangat dalam berbincang dengan Mbah Darto yang merupakan salah satu warga yang hadir.

Ganjar Pranowo juga memperoleh penjelasan dari beberapa pihak diantaranya berkaitan dengan dampak guyuran hujan abu vulkanik Gunung Merapi.

Keberadaan 'sister village' atau desa bersaudara antara Desa Krinjing dan Desa Deyangan juga disinggung.

Baca juga: Ganjar Pranowo Sediakan Fasilitas Mudik Gratis untuk Warga Jawa Tengah yang Berada di Jabodetabek

Baca juga: Ganjar Pranowo Mengaku Yakin Produktivitas Pertanian Bisa Lebih Dioptimalisasi, Caranya?

Baca juga: Ganjar Pranowo Dukung Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia: Masyarakat Tak Berat Beli Harga Berasnya

Ganjar Pranowo akui, mereka yang tinggal di kawasan lereng Gunung Merapi sudah mengerti dan tinggal menjaga agar masyarakat aman.

Kunjungan ini juga membahas keluhan pakan ternak, dimana Ganjar Pranowo langsung berkomunikasi dengan pusat untuk bantuan.

"Dari kementrian tadi sudah turun, kementrian pertanian, saya minta hari ini hasil pendataannya segera dilaporkan kepada Dirjen agar kita bisa mendapatkan keputusan cepat. Harapan saya besok atau lusa sudah ada suplai pakan ternak," ujarnya.

Ganjar Pranowo juga akan mencarikan alternatif solusi lain untuk mengatasi ketersediaan pakan ternak agar masyarakat memiliki hewan ternak lebih tenang.

Selain itu, Ganjar Pranowo juga lakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan Magelang pada Senin (13/4/2023).

Didampingi Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dan beberapa petugas, Ganjar Pranowo juga memperoleh penjelasan tentang kegiatan yang berlangsung di pos pengamatan yang berjarak sekitar 4,4 Km dari puncak Gunung Merapi.

Dalam pertemuan dan kunjungan tersebut, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Gunung Merapi.

"Tinggal kita menjaga agar masyarakat aman," katanya.

Ganjar Pranowo juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan berikan bantuan yang diperlukan agar masyarakat dapat merasa aman dan terlindungi.

Seperti yang diungkapkan oleh Ganjar Pranowo, "Kita akan terus memonitoring dan terus bergerak, terus berkoordinasi bersama agar semua yang kita lakukan ini bermanfaat untuk masyarakat."

Diberitakan TribunJogja.com, Gunung Merapi masih terus memuntahkan awan panas dan lava pijar.

Kepala BPPTKG , Agus Budi Santoso mengatakan pada Selasa (14/03/2023) periode 00.00-06.00 teramati  2 kali awan panas guguran, dengan jarak luncur 1600-2000 m mengarah ke barat daya.

"Awan panas guguran teramati dua kali, Amplitudo : 22-70 mm, Durasi : 126.3-159.2 detik," katanya, Selasa (14/03/2023).

Selain itu, teramati ada 15 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1500 meter ke arah barat daya.

"Pada periode 00.00-06.00 juga terjadi 55 guguran, amplitudo : 3-42 mm, dan durasi : 21.1-159.2 detik. Hybrid/Fase Banyak tercatat 10 kali, amplitudo : 3-13 mm, S-P : 0.4-0.7 detik, Durasi : 5.1-7.4 detik. Dan Vulkanik dangkal 2 kali, amplitudo : 32-40 mm, Durasi : 10-10.2 detik," lanjutnya.

Menurut pengamatan visual Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 30-40 m di atas puncak kawah.

Sementara menurut pengamatan meteorologi, cuaca cerah dan berawan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah tenggara dan barat.

Suhu udara 13-18 °C, kelembaban udara 59-83 persen, dan tekanan udara 835.8-918.5 mmHg.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi"

"Serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi ,"terangnya.

Pihaknya akan terus mengamati Aktivitas Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status Aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. ( Tribunjogja.com )

(TribunBekasi.com/TribunJogja.com/Christi Mahatma Wardhani)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved