Minggu, 19 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Sekolah Roboh di Karawang

Soal Viral Sekolah Roboh di Jayakerta, Begini Penjelasan Disdikpora Karawang

Pihak sekolah awalnya ingin merobohkan bangunan sekolah itu. Tapi karena kondisinya sudah rapuh dan sangat membahayakan urung dilakukan.

|
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Tangkap layar dari tayangan video detik-detik robohnya bangunan sekolah di SDN 1 Jayakerta, Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang viral di media sosial. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Satu tayangan video yang menggambarkan detik-detik robohnya bangunan sekolah di SDN 1 Jayakerta, Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang viral di media sosial.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Karawang, Yani Heryani menjelaskan, bangunan itu sengaja dirobohkan. Bukan dibiarkan roboh begitu saja.

Sebab, bangunan sekolah itu tidak akan digunakan lagi dan akan diubah menjadi lapangan upacara.

"Jadi memang bangunan sekolah itu ingin dirobohkan, ingin dibuatkan lapangan. Bukan dibuatkan ruang kelas baru (RKB)," ungkapnya.

Menurutnya, pihak sekolah awalnya ingin merobohkan bangunan sekolah itu. Tapi karena kondisinya sudah rapuh dan sangat membahayakan urung dilakukan.

Baca juga: Agar Naik Kelas, Ratusan UMKM Karawang Ikuti Pelatihan

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: Perusahaan Plastic Injection PMA Jepang Butuh Tenaga Operator Injection

"Sampai akhirnya kejadian pada video itu. Nanti bekas itu mau digunakan untuk lapangan upacara dan bekas bangun robohnya mau diratakan buat jalan parkiran," tandasnya.

Sebuah video detik-detik bangunan sekolah di SDN 1 Jayakerta, Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang viral di media sosial.

Diduga bangunan sekolah itu ambruk karena diterjang hujan disertai angin kencang.

Terkait video viral itu, Kepala SDN 1 Jayakerta Entin Kartini membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian bangunan sekolah ambruk itu pada Minggu (14/5/2023) pukul 16.30 WIB.

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: PT SIIX EMS Indonesia Butuh Tenaga Operator, Khusus Perempuan

Baca juga: Tega Benar Pelakunya, Bayi Laki-laki Diduga Dibuang di Pinggir Jalan Tambun

"Iya benar, karena memang konstruksi bangunan telah usang dimakan usia. Mulainya dari atap gedung perlahan rusak hingga kondisinya sekarang," ujarnya pada Senin (15/5/2023).

Namun, ia menegaskan, bangunan sekolah yang memiliki tiga ruang kelas itu sudah tiga tahun tidak digunakan oleh pihak sekolah.

Hal itu karena kondisinya membahyakan dan rawan roboh.

"Ruang tersebut tidak dipakai selama tiga tahun pada saat Covid. Dan ruang tersebut mau dimusnahkan, cuma menunggu ujian siswa dulu," ungkapnya.

Baca juga: Ada 849 Bacaleg Daftar ke KPU Kota Bekasi, 1 Partai Politik Absen

Baca juga: Asyraf Jamal Senang Dibantu Musisi Keren dalam Merilis Single Perdananya

Menurut Entin, kejadian itu tidak memakan korban. Selain kejadiannya hari libur, juga bangunan sekolah itu sudah tiga tahun tidak dipakai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved