Jumat, 10 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Lifestyle

Ternyata ada Hubungan Perubahan Iklim Ekstrem dengan Ruam Popok, Begini kata Ahlinya

Dibandingkan dengan kulit dewasa, kulit bayi lebih tipis, kurang berbulu dan memiliki lebih sedikit keringat dan sekresi kelenjar sebaceous.

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
Warta Kota/Arie Puji
Chelsea Olivia bersama Glenn Alinskie serta Nastusha Olivia Alinskie dan Dante Oliver Alinskie, kedua anak mereka, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2023). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA ---– Belum lama ini wilayah Asia Tenggara dilanda suhu yang sangat panas.

Suhu mencapai lebih dari 30 derajat celcius bahkan mendekati 50 derajat. 

Hal itu merupakan tanda munculnya cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. 

Fenomena cuaca ekstrem di Indonesia cenderung meningkat disebabkan oleh dampak perubahan iklim yang saat ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat.

Kondisi yang dirasakan seperti meningkatnya frekuensi bencana banjir, meningkatnya bencana kekeringan, dan mundurnya masa musim hujan.

Negara yang berada di daerah tropis dan subtropis, selain mengalami peningkatan temperatur juga akan mengalami peningkatan curah hujan.

Suhu rata-rata yang lebih hangat dan pola badai angin akan lebih mudah memicu penyakit kulit.

Baca juga: Tak Ingin Bayi Rewel Selama Mudik, Jangan Abai Ganti Popok Sekali Pakai tiap 2-3 Jam Sekali

dr. Fellycia Trie W., Sp. A, dokter spesialis anak di RS Cinta Kasih Jakarta mengatakan, bukan hanya pada orang dewasa, masalah kulit justru lebih rentan terjadi pada bayi.

Seperti yang kita ketahui, kulit bayi masih akan terus berkembang.

Dibandingkan dengan kulit dewasa, kulit bayi lebih tipis, kurang berbulu dan memiliki lebih sedikit keringat dan sekresi kelenjar sebaceous.

Sehingga, kulit bayi lebih mudah terkena trauma mekanis, bakteri dan cuaca serta perubahan panas.

Salah satu masalah kulit yang sering dialami oleh Si Kecil adalah ruam popok.

Ruam popok umumnya disebabkan oleh Irritant Contact Diaper Dermatitis, yaitu dari urin dan feses yang terperangkap di dalam popok.

Selain itu, dapat disebabkan oleh infeksi jamur, impetigo atau dermatitis alergi (disebabkan oleh sabun, deterjen atau popok itu sendiri). 

“Jika kulit sensitif bayi terkontaminasi terlalu lama dengan cairan dalam popok, maka akan meningkatkan pH kulit lokal, terutama pada area popok Si Kecil," kata dr. Fellycia Trie W., Sp. A dalam siaran pers, Jumat (2/6/2023).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved