Berita Artis
Terdaftar Jadi Bacaleg, Didi Riyadi Ogah Jika Harus Bayar Mahar Politik
Didi Riyadi mengakui bahwa pada momentum Pemilu 2024 ini adalah kali perdana dirinya terjun ke politik dan menjadi Bacaleg dari Partai Nasdem.
Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM — Musisi dan pemain sinetron Didi Riyadi resmi terdaftar sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari Partai Nasdem.
Kabar ini sempat membuat publik kaget karena Didi Riyadi tak memiliki rekam jejak terjun ke dunia politik maupun menjadi kader partai politik.
Didi Riyadi mengakui bahwa pada momentum Pemilu 2024 ini adalah kali perdana dirinya terjun ke politik dan menjadi Bacaleg dari Partai Nasdem.
"Betul ini pertama kali saya jadi bacaleg dari salah satu partai," kata Didi Riyadi ketika ditemui di kediamannya di kawasan Terogong, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2023).
Musisi yang kini berusia 41 tahun itu maju menjadi Bacaleg DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 11, meliputi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut.
Baca juga: Aura Kasih Tolak Banyak Tawaran Main Sinetron, Kenapa?
Baca juga: Lokasi Layanan Samsat Keliling di Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang, Senin 5 Juni 2023 Ini
Ketika ditanyakan pengetahuannya tentang Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Didi Riyadi pun langsung menjawabnya tanpa berpikir lebih dulu.
"Iya AD/ART sudah pasti setiap partai politik ada dan punya itu, ya erat sama visi misi partai politik. Misalkan dalam Nasdem, judul besar dan melandasi partai adalah Gerakan Perubahan atau Restorasi," ucapnya.
"Misalkan Nasdem punya pendidikan politik dalam AD ART tertera dalam Akademi Bela Negara. Itu adalah langkah konkrit Nasdem melahirkan kader ke panggung politik," sambungnya.
Penabuh drum grup band Element Reunion itu membutuhkan waktu hampir 10 detik untuk menjawab, saat ditanyakan tentang haluan partai.
"Haluan partai mungkin hal hal yang sifatnya dasar, seperti bagaimana negara ini, apa yang menopang apa nih. Partai politik harus punya haluan, yang akan membesarkan partai itu sendiri," jelasnya.
Baca juga: Perpanjangan SIM Kabupaten Bekasi, Senin 5 Juni 2023, di Dua Lokasi Satpas, Cek Syaratnya
Baca juga: SIM Keliling Karawang, Senin 5 Juni 2023 di Pos Lantas Dawuan Cikampek Hingga Pukul 15.00
Sambil berpikir, Didi Riyadi pun dengan lancar menjawab saat dimintai pendapatnya tentang ambang batas atau parlemantary treshold.
"Treshold yang dibuat dalam angka yang digunakan dalam pencalonan presiden nanti. Awalnya diduga parlemantary treshold digunakan untuk menjatuhkan SBY dalam Pilpres beberspa tahun lalu, tapi kenyataannya beliau melambung tinggi," terangnya.
"Sama Parlemantary Treshold sudah ditetapkan 20 persen, kalau gak sampai 20 persen partai gabisa usung presiden. Makanya adanya koalisi tujuannya memenuhi kuota Presidenstial treshold itu, ya historisnya yang saya tau itu," tambahnya.
Begitu ditanya jawabannya soal Dapil, dengan tenang Didi menyebut hal itu adalah daerah yang dipilih dan diwakili seseorang, saat maju menjadi Caleg DPR RI atau DPRD.
"Kalau saya DPR RI Jabad 11 Kota dan Kabupaten Tasik dan Garut. Itu daerah yang saya pilih dan wakili dalam maju menjadi Caleg," ungkapnya.
Baca juga: SIM Keliling Kota Bekasi, Senin 5 Juni 2023, di Carrefour Harapan Indah, Ini Syaratnya
Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: Perusahaan Plastic Injection Buka Lowongan Leader Produksi Injection Molding
Didi Riyadi pun disodorkan dua foto politisi Nasdem, yakni Siti Nurbaya Bakar dan Rachmad Gobel. Ia sempat salah menjawab salah satu foto diantaranya.
"(Foto Siti Nurbaya), Namanya saya lupa, jabatannya Wakil Ketua MPR RI," jawabnya yang kemudian diluruskan, foto tersebut adalah Menteri Lingkungan Hidup, yakni Siti Nurbaya dari Partai Nasdem.
"Oh ini ibu Siti Nurbaya, soalnya di foto dan televisi beda, jadi saya salah," ungkapnya.
Kemudian, Didi Riyadi langsung menjawab saat ditunjukan foto Rachmad Gobel.
Ia mengetahui wajah dari Wakil Ketua DPR RI tersebut.
"Pastinya saya mau karier politik saya seperti mereka berdua," katanya.
Baca juga: Kecelakaan Tunggal, Mobil Honda CRV Nyebur Parit di Grand Wisata Bekasi
Baca juga: Hadapi Timnas Argentina, Dendy Sulistyawan Ingin Lakukan Hal Ini
Kemudian, Didi Riyadi pun menjelaskan alasan dirinya terjun ke politik, karena menggunakan haknya sebagai warga negara, serta ingin merealisasikan pemahaman dan pemikiran politik dari dalam dirinya.
Sebab, sejak kecil Didi Riyadi sudah suka dengan sosial, politik, hingga sejarah, sehinga ia ingin berkecimpung di panggung politik Indonesia.
"Kalau alasan mau menjadi Caleg, jujur ini adalah hasil dari proses yang panjang, dimana melewati perenungan hingga berdamai dengan diri sendiri. Ketika sudah membuang ego dan kemunafikan saya, baru saya menerima tawaran Nasdem menjadi caleg," terangnya.
"Butuh waktu dua tahun lah saya terima tawaran Caleg dari Nasdem," sambungnya.
Alasan Didi Riyadi memilih Nasdem sebagai partai yang bisa mewujudkan keinginannya terjun ke politik praktis, karena tidak adanya mahar politik dalam prosesnya selama ini.
Baca juga: Gabungkan Aplikasi Pospay dan PosAja, Pos Indonesia Luncurkan Super App Pospay
Baca juga: Fenomena Artis jadi Caleg, Pengamat: Popularitas Modal Utama Pemilu Sistem Terbuka
"Tentunya nilai luhur yang ada di Nasdem yang banyak cocoknya. Ini message yang penting, politik tanpa mahar dijalani sama Nasdem. Sehingga sampai saat ini. Saya tidak ada dimintain duit dari Nasdem," katanya.
"Itu jadi syarat utama buat saya gabung kesini. Saat tahu tidak adanya mahar, saya yakin dan merasa Nasdem adalah partai yang tepat menjadi perahu saya buat terjun ke politik," tambahnya.
Jika nantinya resmi menjadi Caleg setelah diverifikasi oleh KPU RI, Didi Riyadi akan memperjuangkan dua hal, yakni tentang lingkungan dan juga pendidikan.
Dimana Didi Riyadi menganggap sampah menjadi masalah serius dan krusial di negeri ini. Sebab, sampah bisa menyebabkan banjir jika tidak bisa diketahui bagaimana diolahnya untuk didaur ulang.
"Soal pendidikan tentu kita engga mau lagi kedepannya generasi muda harus punya karwkter kuat dan baik, tujuannya tau dan aware sama tantangan global kedepannya. Sekarang era modern aplikasi banyak, rupanya itu berdampak ke pertumbuhan mental dan minset anak, mengonsumsi informasi di youtube dan sosial media," ujar Didi Riyadi.
"Satu sisi bagus tapi sisi lain karakter building penting biar bisa memfilter mana baik mana engga. Ya sisanya yang perlu diperjuangkan saya menang di Pileg 2024," pungkasnya. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Didi-Riyadi-5-Juni.jpg)