Berita Jakarta
Ditutup Sejak 2014, Blokade di Pedestrian Kedubes AS Telah Dibuka Sejak Jumat Malam
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y Kim bersedia membuka penutup trotoar di depan kantornya dan siap berkoordinasi dengan Pemerintah
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA ---- Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkap, blokade di pedestrian Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) telah dibuka pada Jumat (9/6/2023) malam.
Pengangkatan moveable concrete barrier (MCB) berbahan beton itu menggunakan truk dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
“Dilakukan jam 22.00-23.00, pengangkatan MCB oleh Dinas Bina Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan. Disaksikan pihak keamanan Kedubes AS,” kata Heru kepada wartawan pada Minggu (11/6/2023).
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Wiwik Wahyuni menambahkan, pemerintah daerah telah melakukan pembukaan kembali (re-opening) badan jalan dan trotoar di depan Kedubes AS.
Pembukaan blokade itu setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan stakeholder terkait.
“Pekerjaan ini dilaksanakan pada hari Jumat (9/6/2023) yang dilakukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan melakukan pengangkatan baririer beton,” ujar Wiwik.
“Pelaksanaan pekerjaan telah berjalan dengan baik sehingga trotoar dapat difungsikan kembali sebagai akses pejapan kaki sehingga pejalan kaki dapat berjalan dengan nyaman dan aman,” sambungnya.
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Sung Y Kim menyatakan, bersedia membuka penutup trotoar di depan kantornya dan siap berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia.
“Aksesibilitas, keamanan, dan 'walkability' adalah faktor pertimbangan penting untuk kota besar seperti Jakarta. Kami menyambut baik dan menantikan kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk pembukaan kembali trotoar di depan Kedubes AS,” kata Sung Y Kim seperti dikutip lewat akun Twitter resminya @USAmbIndonesia, Selasa (6/6/2023).
Baca juga: Wagub Ariza Tegaskan Tak Gusur Warga Terdampak Pembangunan JIS
Baca juga: Piala Dunia 2022: Menilik Keindahan Terowongan Khusus Pejalan Kaki Menuju Pantai Corniche Qatar
Diberitakan sebelumnya, Koalisi Pejalan Kaki (Kopeka) meminta Pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan diplomasi dengan Kedutaan Besar Amerika Serika (AS) untuk Indonesia.
Hal ini buntut penutupan pedestrian di depan kantor Kedutaan Besar AS di Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat sejak beberapa tahun lalu.
Ketua Kopeka Alfred Sitorus mengungkapkan, penutupan pedestrian itu sebetulnya sudah terjadi sejak kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Jokowi pada 2014 lalu.
Namun sampai sekarang, blokade pedestrian masih dilakukan menggunakan kawat berduri dan pembatas beton, sehingga pejalan kaki terpaksa harus turun ke bahu jalan ketika melintasi pedestrian teersebut.
“AS kan menganut kota yang workable city, rumah bagi pejalan kaki kenapa sih se-eksklusif itu trotoarnya padahal itu ruang publik loh. Jadi yang bukan hak milik mereka harusnya tunduk pada hak hukum di mana mereka berada,” kata Alfred pada Selasa (6/6/2023).
Baca juga: JPO Phinisi Malah Bikin Pejalan Kaki Tidak Nyaman, Tak Ada Atap, Warga Berhamburan karena Kehujanan
Baca juga: Pejalan Kaki Tewas Diseruduk Bus Transjakarta, Tiga Faktor Ini Jadi Penyebab Kejadian
Alfred mengatakan, sejak beberapa bulan lalu Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah melakukan revitalisasi pedestrian di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Namun saat di titik Kedubes AS, pedestrian tetap ditutup sehingga tidak bisa direvitalisasi oleh Dinas Bina Marga.
“Akhir-akhir ini Dinas Bina Marga kan baru membangun trotoar di Jalan Medan Merdeka Selatan, terus saya tanya ini kenapa sampai ke Istana Wapres saja, tidak sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, di situ ada Kedutaan AS,” ungkapnya. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pedestrian-kedubes-AS1.jpg)