Pilpres AS
Warga AS Condong Pilih Donald Trump, Elektabilitas Joe Biden Terjun Bebas
hasil survei terbaru menunjukkan elektabilitas Presiden AS Joe Biden mengalami penurunan tajam. Sedangkan elektabilitas Trump meningkat
TRIBUNBEKASI.COM - Proses pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) masih terus bergulir.
Insiden penembakan terhadap calon presiden (capres) Donald Trump, tidak mempengaruhi tahapan-tahapan pilpres AS.
Kabar terbaru, hasil survei menunjukkan elektabilitas petahana Joe Biden mengalami penurunan tajam.
Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Reuters terhadap 992 warga AS, Joe Biden hanya bisa mengumpulkan suara 41 persen suara, lebih rendah ketimbang Donald Trump yang sukses meraup beda suara 43 persen, dua persen lebih unggul dari Biden.
Hasil serupa juga dalam survei The Economist, dimana Joe Biden dari partai Demokrat hanya dapat mengantongi 43 persen, sementara Trump dari partai Republik sungguh mengumpulkan 46 persen, memimpin tiga persen suara lebih tinggi ketimbang Biden.
Turunnya elektabilitas Joe Biden dalam pilpres AS terjadi setelah ia tampil kurang prima dalam debat calon presiden perdana duel dengan Donald Trump.
Dalam debat yang digelar selama 90 menit, Biden beberapa kali menjawab pertanyaan dengan gagap. Tak sampai di situ Biden juga sempat berdiri membeku di belakang podium, mulut ternganga, matanya melebar dan tidak berkedip untuk waktu yang lama.
Biden dinilai tak fokus menyerang Trump. Bukannya mengadu data dan program, ia justru menyerang pribadi Trump atas kasus yang sedang menyeretnya.
Insiden penembakan Trump saat kampanye di Pennsylvania pada 13 Juli 2024 membuat elektabilitas pemilu di AS memanas.
Alasan ini yang membuat kubu Joe Biden yang mulai membelot memilih Trump, mereka mengaku khawatir dengan tindakan kekerasan yang akan meningkat selama masa-masa pemilu.
Didesak Mundur
Posisi Joe Biden kini di ujung tanduk usai Partai Demokrat, pemimpin parlemen di DPR AS mendesak Presiden Joe Biden untuk mundur dari pemilihan umum presiden (pilpres) 2024.
Desakan ini diajukan para anggota partai Demokrat AS setelah Joe Biden tampil kurang prima dalam debat calon presiden perdana duel dengan Donald Trump. Salah satu staf Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat mengungkapkan 25 anggota DPR dari Partai Demokrat telah bersiap untuk meminta Biden mundur jika ia tampak semakin goyah dalam beberapa hari mendatang.
Salah satunya ada perwakilan AS, Lloyd Doggett yang menjadi anggota Kongres pertama dari Partai Demokrat yang secara terbuka menyerukan agar Biden mundur dari pemilihan presiden.
Meski mendapat banyak tekanan, Joe Biden menegaskan bahwa dirinya tidak akan menarik diri bursa Pemilihan Presiden (pilpres) AS yang akan November mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/donald-trump-dan-joe-biden.jpg)