Minggu, 19 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Timur Tengah Memanas

Israel Dikabarkan Pertimbangkan untuk Serang Iran Lebih Dulu

Israel dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menyerang Iran terlebih dahulu untuk mencegah serangan di wilayahnya

Editor: Ign Prayoga
AFP/Menahem Kahana
tank tentara Israel melintas di lapangan Jalur Gaza, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas, Desember 2023. 

TRIBUNBEKASI.COM - Perang terbuka dan serangan-serangan udara mematikan diperkirakan bakal pecah di kawasan Timur Tengah.

Iran sudah mengancam akan menghukum Israel sebagai balasan atas pembunuhan tokoh Hamas, Ismail Haniyeh.

Saat yang bersamaan, pasukan Hizbullah di Lebanon juga bersiap-siap menyerang Tel Aviv.

Kini, Israel dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menyerang Iran terlebih dahulu untuk mencegah serangan di wilayahnya.

"Setelah pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan tim keamanannya, Israel mungkin melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran, jika ada informasi yang dikonfirmasi bahwa Teheran sedang mempersiapkan serangan," lapor The Times of Israel, Senin (5/8/2024).

Pertemuan tersebut, dihadiri oleh Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, Kepala Staf Militer Israel (IDF) Herzi Halevy, Direktur badan intelijen Israel (Mossad) David Barnea, dan Direktur Shin Bet Ronen Bar, di tengah persiapan untuk menghadapi serangan yang diperkirakan akan terjadi dari Iran dan Hizbullah Lebanon.

"Penilaian saat ini adalah bahwa Iran akan menanggapi pembunuhan pemimpin terkemuka Hizbullah, Fuad Shukr, di Beirut, dan pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel," lanjutnya.

Pertemuan tersebut, membahas berbagai pilihan untuk menanggapi atau mencegah potensi serangan.

Terutama karena Israel tidak tahu persis apa yang akan dilakukan Iran dengan senjatanya.

"Israel tidak yakin apa yang diharapkan dari Iran dan proksinya, sehingga Israel mendiskusikan berbagai pilihan tentang cara terbaik untuk menanggapi atau mencegah serangan tersebut," tambahnya.

Menurut laporan itu, informasi intelijen Israel harus konsisten dengan informasi intelijen dari sekutunya, Amerika Serikat (AS), sebelum melancarkan serangan pendahuluan ke musuh.

Bahkan jika informasi itu cocok, Israel mungkin akan berupaya menghindari serangan yang direncanakan.

Sementara itu, sekutu Israel, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memberi tahu para pemimpin dari anggota G7 kemarin, Minggu (4/8/2024), bahwa serangan Iran dan Hizbullah terhadap Israel dapat dimulai paling cepat pada Senin (5/8/2024), lapor Axios.

Sumber tersebut, mengatakan Antony Blinken membenarkan bahwa AS yakin Iran dan Hizbullah akan merespons secara setara. 

Ancaman ini menyusul pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang akan membalas pembunuhan Ismail Haniyeh dalam ledakan di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7/2024) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved