Selasa, 19 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Staf PN Depok Diam-diam Simpan Senjata Api, Beraksi Seperti Preman saat Ada Masalah dengan Tetangga

Seorang pria bersenjata api yang bertindak arogan mirip preman tersebut, dia ternyata pegawai Pengadilan Negeri Depok, Jabar

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Ign Prayoga
istimewa
Rekaman amatir pegawai PN Kota Depok menodongkan pistol ke warga di perumahan wilayah Bojongsari, Kota Depok, Senin (12/8/2024) 

TRIBUNBEKASI.COM, DEPOK - Seorang pria mengamuk dan menodongkan senjata api kepada warga.

Momen ini terekam kamera dan videonya viral.

Peristiwa ini terjadi di sebuah perumahan atau klaster di Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Pria bersenjata api yang bertindak arogan mirip preman tersebut, diidentifikasi sebagai pegawai di Pengadilan Negeri Depok.

Ketua PN Depok pun jadi sorotan setelah viral video pegawai PN Depok yang menodongkan pistol ke warga di sebuah perumahan kawasan Bojongsari, Kota Depok.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @abet_24, seorang pria mengenakan kaos berwarna abu-abu kehitaman menodongkan pistol ke seseorang.

Tak hanya itu, pelaku yang diketahui sebagai pegawai PN Depok itu juga berteriak menyuruh korban untuk tiarap.

PN Depok pun dirujak netizen.

Aksi koboi staf Panitera PN Depok.
Aksi koboi staf Panitera PN Depok. (Istimewa/ @depoknetizen)

"Begini perilaku pegawai Pengadilan Negeri Kota Depok mengintimidasi warga dengan pistol. Pengawal koboi," tulis akun TikTok @abet_24, dikutip Senin (12/8/2024).

Humas PN Depok, Andry Eswin Sugandhi membenarkan aksi koboi yang viral tersebut dilakukan oleh oknum pegawai PN Depok.

"Terkait itu memang benar, itu adalah pegawai kami, tapi kejadian tersebut di luar jam kerja," kata Eswin, Senin siang.

Kata Eswin, pelaku berinisial DLO saat ini yang bertugas sebagai staf Panitera PN Depok.

Saat ini, PN Depok tengah mendalami motif yang dilakukan pelaku menodongkan senjata ke tetangganya.

Bahkan, Wakil Kepala Pengadilan Negeri Depok Bambang memimpin langsung pemeriksaan internal terhadap pelaku.

"Sedang pemeriksaan internal, sehingga saya tidak bisa menyampaikan motifnya apa, senjatanya bagaimana, organik kah, rakitan kah, softgun kah, itu masih belum tahu, karena masih berlangsung," pungkasnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved