Berita Jakarta
Terekam Kamera CCTV, Polisi Buru Pelaku Lain Terlibat Pembubaran Acara Diskusi di Kemang Jaksel
Para pelaku diburu setelah pihak kepolisian mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pembubaran acara diskusi
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --- Polisi tengah memburu pelaku lain pembubaran acara diskusi di Hotel Grand Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Para pelaku diburu setelah pihak kepolisian mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pembubaran acara diskusi dan aksi kekerasan terhadap orang atau perusakan properti hotel melalui tiga digital video recorder (DVR) dari closed circuit television (CCTV).
"Update penyidikan kasus pembubaran acara diskusi ini, penyidik telah menyita tiga barang bukti DVR dari CCTV yang ada di TKP (tempat kejadian perkara) Hotel Grand Kemang. Kemudian setelah dilakukan pengecekan awal oleh tim penyidik, maka tergambar di situ peristiwanya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2024).
"Kemudian penyidik dapat mengidentifikasi dugaan para pelakunya dan para pelakunya saat ini sedang dikejar dan diburu oleh tim penyidik dari Subdit Jatanras dan Subdit Resmob (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya," sambungnya.
BERITA VIDEO : MAHFUD MD DESAK POLISI TANGKAP DALANG PEMBUBARAN DISKUSI
Polisi diketahui telah menangkap lima orang yang terlibat dalam pembubaran diskusi, yaknj FEK, GW, JJ, LW, dan MDM.
Dua dari lima orang itu berinisial FEK dan GW telah ditetapkan sebagai tersangka.
Berdasarkan hasil analisis sementara dari DVR, tergambar tersangka FEK selaku koordinator lapangan yang mengambil spanduk diskusi itu.
"Ada dua spanduk, dua spanduk dan banner itu dibawa ke rumah tersangka FEK di daerah Tanah Abang dan akhirnya berhasil disita oleh tim penyidik," kata dia.
Baca juga: Buntut Pembubaran Paksa Diskusi di Hotel Kemang Jaksel, Propam Periksa 11 Anggota Polri
Lebih lanjut, Ade Ary menuturkan bahwa penyidik Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan kasus tersebut.
"Dan tentunya penyidikan kasus ini akan dilakukan secara transparan akuntabel profesional dan secara proporsional. nanti akan kami update lagi," ucapnya.
"Sekali lagi, Polda Metro Jaya tidak mentolerir segala bentuk tindakan kekerasan premanisme, persekusi dan berbagai bentuk gangguan kamtibmas serta tindak pidana lainnya," lanjut dia.
Panggil tokoh nasional yang hadir
(Sumber : Wartakotalive.com, Ramadhan LQ/m31)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp.
| Waspada! Diduga Seorang Pria Nekat Masuk ke Kolong Peron Demi Intip Penumpang Wanita |
|
|---|
| Reaksi Jusuf Kalla Ketika Pramono Anung Sindir Politik Gorong-gorong |
|
|---|
| Masih Diguyur Hujan Deras, Sampai Kapan Modifikasi Cuaca Jakarta? |
|
|---|
| Usai Bongkar Puluhan Bangunan Liar di TPU Kober, Pemkot Jaktim Bakal Buka 420 Petak Makam |
|
|---|
| LRT Jabodebek Tambah Jumlah Perjalanan dan Rangkaian Kereta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/video-viral-cium-tangan-diskusi-kemang.jpg)