Perancang ChatGPT yang Bongkar Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Ditemukan Tewas Bunuh Diri
Seorang whistle blower (saksi pelapor) dugaan pelanggaran hak cipta pada program Chat GPT, ditemukan tewas di apartemennya di AS.
Sebuah berita tentang DeepMind—perusahaan rintisan yang membangun AI yang mampu memainkan sendiri game klasik Atari, termasuk Space Invaders, Pong, dan Breakout—memikatnya.
Menariknya, pada tanggal 25 November, satu hari sebelum polisi menemukan jenazah Suchir Balaji, pengajuan pengadilan menyebut mantan karyawan OpenAI tersebut dalam gugatan hak cipta yang diajukan terhadap startup tersebut.
OpenAI kemudian setuju untuk meninjau file kustodian Balaji yang menimbulkan masalah hak cipta yang serius, lapor TechCrunch.
Sumber: First Post/Russia Today
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Kronologi dan Tampang Presiden Nicolas Maduro saat Ditangkap Amerika Serikat |
|
|---|
| Politisi AS Dibakar Hidup-hidup di Kantornya, Pelaku Sudah Siapkan Bensin dan Korek |
|
|---|
| Menkomdigi Meutya Hafid: Transfer Data Pribadi ke AS Tidak Sembarangan |
|
|---|
| Pemerintah RI Butuh Rp 120 Triliun untuk Beli 50 Pesawat Boeing Sesuai Kesepakatan dengan Trump |
|
|---|
| Klaim Sepihak AS: Sukses Serang Fasilitas Nuklir Iran, Trump Bandingkan dengan Hiroshima Nagasaki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Perancang-Chat-GPT-Suchir-Balaji-bunuh-diri.jpg)