Profesor Tjandra: Ditemukan Sejak 2001, Virus HMPV Sudah Menyebar ke Berbagai Negara
Prof Tjandra Yoga Aditama menuturkan bahwa virus HMPV pertama kali dilaporkan di jurnal ilmiah pada tahun 2001.
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA – Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menuturkan bahwa virus HMPV yang sedang meluas di China, pertama kali dilaporkan di jurnal ilmiah pada tahun 2001.
Hal inilah yang membuat virus tersebut diyakini bukan virus baru dan sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.
“Karena sudah beredar hampir seperempat abad di dunia maka tentu mungkin saja virusnya sudah ada di berbagai negara di dunia, masuk juga di Indonesia. Bahkan sebelum 2000an sudah pernah ditemukan antibodi pada virus ini, sehingga mungkin saja sudah ada pada dekade sebelum 2000an,” ujar Prof Tjandra dalam keterangan pers yang diterima Rabu (8/1/2025).
Merujuk data Australia, sebelum era Covid-19 pun virus HMPV pernah menjadi penyebab ketiga infeksi saluran napas, sesudah virus influenza dan RSV (respiratory syncitial virus) pada dewasa serta RSV dan influenza pada anak-anak.
Inggris juga pernah melaporkan bahwa hampir semua anak berusia lima tahun di negara itu sudah pernah setidaknya satu kali oleh terinfeksi virus HMPV.
“Amerika Serikat dan Inggris juga mengalami peningkatan kasus HMPV sejak Oktober 2024 yang lalu, walau tentu kenaikannya tidaklah setinggi yang di China,” kata Prof Tjandra.
Namun meski sudah ditemukan hampir 25 tahun lalu, vaksin HPMV belum banyak dikembangkan.
Jika pun ada, virus HMPV dikaitkan dengan virus RSV.
Imunisasi RSV ini memberi harapan akan vaksin untuk HMPV, dan bahkan perusahaan vaksin Moderna sudah mulai melakukan penelitian untuk vaksin mRNA HMPV.
Di kesempatan yang berbeda, Menkes Budi menegaskan HMPV bukanlah virus yang mematikan.
Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.
Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.
Masyarakat diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Jaga Kesehatan di Tengah Banjir, Ini Tips dari Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara |
|
|---|
| Virus HMPV Bukan Virus Baru, Pemprov Jakarta Imbau Warga Jangan Panik dan Terapkan Pola Hidup Sehat |
|
|---|
| Virus HMPV Masuk Indonesia, Dinkes Karawang Ungkap Belum Ada Kasus, Minta Warga Jangan Panik |
|
|---|
| Virus HMPV di China Sudah Masuk di Indonesia, Berbeda dari Covid-19, Rentan Menyerang Anak-anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Virus-HMPV.jpg)