Berita Bekasi
SMA Strada Bhakti Wiyata Bekasi Gelar Program Live In, Siswa Jadi Peka dan Peduli dengan Sesama
Melalui kegiatan Live In ini diharapan para peserta didik SMA Strada Bhakti Wiyata Bekasi akan semakin peka terhadap kebutuhan lingkungan,
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI --- Para peserta didik SMA Strada Bhakti Wiyata, Kranji, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengadakan program Live In.
Romo Bei Witono,SJ selaku Direktur Perkumpulan Strada, mengatakan, bahwa Live In para peserta didik SMA Strada Bhakti Wijaya ini bertujuan mengembangkan semangat kepedulian siswa siswi terhadap sesama khususnya yang berada di tempat-tempat jauh di pedesaan.
"Mereka akan terlibat dan belajar langsung di dalam masyarakat setempat, kemudian membantu apa saja yang baik dan dibutuhkan di sana sesuai dengan pedoman program Live In ala Sekolah Strada," ujar Romo Bei, dalam keterangan resmi yang diterima TribunBekasi.com, Senin (13/1/2025).
Melalui kegiatan Live In ini diharapan para peserta didik SMA Strada Bhakti Wiyata Bekasi akan semakin peka terhadap kebutuhan lingkungan, dan dapat membantu sesama, khususnya yang sangat membutuhkan bantuan secara lebih baik di kemudian hari.
"Membangun semangat empati, peduli, mandiri, kesederhanaan serta kasih akan sesama diharapkan dari kegiatan ini, sehingga karakter peserta didik akan terbentuk," tambahnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMA Strada Bhakti Wiyata, Kranji, Bekasi Prima Setyaningrum, S.Pd,M.M mengatakan Strada BW memiliki cara inovatif yang telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui program “live in” di desa.
"Program Live In SMA Bhakti Wiyata Kranji, Bekasi tahun 2025 ini adalah Program ke-4 yang berlangsung di Gereja Triniji Suci Ngaliyan, Paroki Santo Isidorius, Sukorejo, Temanggung, Jawa Tengah dari 12-17 Januari 2025," ujarnya.
Menurut Prima Program Live In SMA BW Bekasi 2025 melibatkan 152 peserta didik siswa-siswi kelas XI dengan melibatkan 11 guru pendamping serta akan tinggal di rumah keluarga-keluarga Kristiani.
Mereka akan terlibat berbagai kegiatan orang tua asuh yang mereka tinggali hingga belajar kearifan lokal seperti belajar gamelan.
"Melalui program ini memungkinkan siswa untuk tinggal dan belajar di desa, memberikan pengalaman langsung yang dapat menghubungkan teori dengan praktik dan dapat merasakan bagaimana tinggal serta melakukan aktivitas sehari-hari kehidupan orang desa," tambahnya.
Adapun para orang tua peserta didik merespon secara beragam terkait Program Live In tersebut. Hal itu terekam dalam pertemuan daring melalui Zoom Meeting antara orang tua dan para guru pada Kamis, (9/1/2025).
Para orangtua diantaranya ada rasa kawatir dan sedikit ragu akan kegiatan tersebut, tetapi banyak juga yang merelakan dan menyambut positif kegiatan tersebut.
Kekawatiran para orang tua dinilai sesuatu yang wajar dan manusiawi karena sebagai bentuk rasa sayang dan cintanya orang tua kepada putra putrinya.
Kekawatiran diantaranya disampaikan orang tua peserta didik Mama Shane yang menanyakan kondisi tempat tidur, bagaimana para orang tua dapat berkomunikasi dengan putra-putrinya.
"Apakah nanti di lokasi Live In anak-anak akan tidur seperti camping/tidur dibawah. Lalu apakah tidak sebaiknya anak-anak diberikan alat komunikasi/gawai agar orang tua mengetahui kondisi anak-anak," ujar salah satu orang tua murid.
| Pipa PGN di Kayuringin Bekasi Bocor Usai Terhantam Alat Berat |
|
|---|
| Seluruh Warga Kabupaten Bekasi Bakal Adakan Pilkades, Begini Persiapannya |
|
|---|
| Ada Patroli Malam Minggu, Remaja Bekasi Batal Mabuk-mabukan |
|
|---|
| Heboh Teror Pocong, MUI Kabupaten Bekasi Minta Warga Jangan Buka Pintu Segera Hubungi Aparat |
|
|---|
| Ratusan Balon Diterbangkan, Bekasi Berubah Seperti Cappadocia Turki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Siswa-siswi-SMA-Strada-Bhakti-Wiyata-Bekasi-gelar-live-in.jpg)