Jumat, 5 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Empat Hari Kosong, Lela Pengecer di Karawang Akhirnya Bisa Stok LPG 3 Kg Usai Daftar OSS

Meski telah mendapatkan izin, kata Lela, pihaknya hanya dikirim 15 tabung gas saja. Biasanya sekali pengiriman bisa sampai 50 tabung gas.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
LPG 3 KG: Lela Nurlela (49), pemilik warung kelontong Jalan Tambakbaya, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang saat menunjukkan surat OSS dan NIB pada Senin (3/2/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG Lela Nurlela (49), pemilik warung kelontong Jalan Tambakbaya, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang akhirnya bisa kembali menjual LPG 3 kilogram.

Sebelumnya empat hari kosong alias tidak ada stok LPG 3 kilogram.

Setelah mengurus izin Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) akhir bisa kembali menyetok LPG 3 kilogram.

"Dari hari kamis kosong engga ada yang antar, akhirnya ada antar setelah saya urus daftar OSS NIB," kata Lela kepada TribunBekasi.com pada Senin (3/2/2025).

Lela mengungkapkan, pada akhir Januari 2025 lalu dia diberitahu soal adanya kebijakan ini.

Karena itu, dia dibantu anaknya mengurus perizinannya agar bisa tetap menjual LPG 3 kilogram.

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Hanya Dibuka Senin Ini, PT Kao Indonesia Cari 19 Tenaga Member Handling

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Buruan, PT Kao Indonesia Butuh Operator Forklift

"Sudah terdaftar OSS, NIB ini arahannya gitu langsung buat online saya, dibuatkan anak. Langsung kita urus ke Pertaminanya sampai bisa dikirim akhirnya," imbuhnya.

Meski telah mendapatkan izin, kata Lela, pihaknya hanya dikirim 15 tabung gas saja. Biasanya sekali pengiriman bisa sampai 50 tabung gas.

Untuk harga sendiri dijual ke masyarakat sebesar Rp 20.000. Sedangkan, dari pangkalannya itu Rp 18.500.

"Dri pangkalan 15 tabung, biasanya 50 minimal. Jual ke masyarakat Rp 20 ribu, dari pangkalan Rp 18.500. Ini baru ada sudah dari hari Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu kosong, baru sekarang ini ada," katanya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah terkait pengecer atau warung tidak bisa jual elpiji 3 kilogram hanya bisa oleh pangkalan justru menyusahkan masyarakat.

Baca juga: Warga dan Pemilik Warung Kelontong Karawang Keluhkan Kebijakan Pembelian Gas LPG 3 Kg

Baca juga: Tukin 5 Tahun Tak Dibayarkan, Dosen ASN Kemendikti Saintek: Indonesia Emas 2045 Hanya Angan-angan

"Pandangan saya sih kasihan ke masyarakat yang jauh dari depo atau agen gas, misalnya kalau tengah malam saat akan masak gas tiba-tiba isi gas nya habis gimana?," ucapnya.

Ia berharap, kebijakan pemerintah normal seperti biasa, warung bisa menjual gas ke masyarakat. 

"Yah kalau bisa normal aja seperti semula, jangan terlalu memberatkan masyarakat, kalau masyarakat ke pangkalan jauh kalau anaknya banyak kan repot juga belinya," katanya. 

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved