Rabu, 27 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Jakarta

Masyarakat Mengeluh Bau Sampah Menumpuk Sebulan, Pramono Anung Segera Cek RDF Rorotan

Pramono menegaskan, sampah yang diproses di RDF Rorotan harusnya paling lama sampah yang telah menumpuk  selama 3 hari.

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
CEK RDF ROROTAN --- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (20/3/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (20/3/2025).

“Hari ini saya secara khusus memang ingin tahu secara keseluruhan apa yang menjadi persoalan di RDF Rarotan ini. Saya sudah mendapatkan laporan dari yang mengerjakan. Kita ketahui bersama teknologi yang digunakan di sini adalah teknologi dari Eropa. Kalau teknologi dari Eropa seharusnya dampak-dampak yang menjadi kekhawatiran warga itu tidak terjadi,” ucap Pramono.

Pramono datang karena mendapatkan keluhan dari sejumlah warga yang tinggal di sekitar RDF Rorotan karena mengeluhkan bau yang timbul dan mengganggu kesehatan warga.

“Tadi sekaligus saya juga menemui warga kurang lebih 10 orang. Setelah kami melihat persoalan yang ada maka ketika komisioning (pengujian) dilakukan sampah yang digunakan itu sampah yang sudah lama,” jelas dia.

Baca juga: Belum Ada Investor Berani Bangun PLTSa, Sampah di TPST Bantargebang Bekasi Masih Overload

Pramono menegaskan, sampah yang diproses di RDF Rorotan harusnya paling lama sampah yang telah menumpuk  selama 3 hari.

Namun, dia mengakui sampah yang ada bahkan sudah lebih dari 10 hari bahkan sebulan telah menumpuk. Sehingga, bau tersebut sangat menyengat dan menimbulkan bakteri.

“Itulah yang menjadi sumber persoalan yang paling mendasar. Padahal harusnya secara teknis sampah yang digunakan itu harusnya sampah tiga hari paling lama sehingga sampah fresh (baru). Ini sampahnya sudah ada yang lebih dari sebulan dan sebagainya,” ucap dia.

“Sehingga inilah yang kemudian menimbulkan bakteri, bau, cerobong asap hitam, dan sebagainya,” imbuhnya.

Pramono menyebut, telah menginstruksikan pihaknya untuk segera menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapi warga sekitar.

Pertama, pihaknya bakal memasangkan alat yang digunakan untuk menghilangkan bau atau Deodorizer.

Kemudian, menambahkan filter di cerobong asap yang kerap kali mengeluarkan asap hitam.

“Maka saya sudah menginstruksikan kepada Kepala Dinas dan jajaran terkait untuk memperbaiki. Apa yang harus dilakukan perbaikan? karena kalau dilihat saudara-saudara sekalian saya terus terang surprise (terkejut),” jelas Pramono.

“Tetapi memang karena komisioningnya tidak dilakukan secara baik, sampahnya adalah sampah lama, sehingga ini menimbulkan persoalan diawal. Saya sudah memerintahkan untuk dilakukan perbaikan,” ucap dia.

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi, Pramono hadir mengenakan batik dan bawahan hitam. Dia datang pukul 08.18 WIB. 

Pramono terlihat didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto dan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Afan Adriansyah.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved