Kamis, 11 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Viral, Debat Panas Anggota Ormas dan Pengusaha Bogor, Diduga Masalah THR Tapi Polisi Bilang Begini

Viral video adu argumen antara anggota ormas dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Klapanunggal, Kabupaten Bogor

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Dokumen istimewa
ORMAS BERDEBAT - Potongan video viral anggota ormas berdebat dengan pengusaha di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor (istimewa) 

TRIBUNBEKASI.COM, BOGOR - Video tentang ketegangan antara anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pengusaha kembali mendapat perhatian dari warganet.

Video viral ini menunjukkan adu argumen antara anggota ormas dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Narasi yang menyertai video tersebut menyatakan ketegangan itu terjadi karena oknum anggota ormas meminta jatah tunjangan hari raya atau THR.

Namun polisi menepis anggapan bahwa ketegangan itu dipicu masalah lamaran pekerjaan di perusahaan terkait.

Versi lain menyatakan, situasi yang memanas itu terjadi karena pihak anggota ormas merasa tersinggung oleh ucapan lawan bicaranya.

Saat situasi memanas, warga yang ada di lokasi kejadian langsung melerai.

Kapolsek Klapanunggal AKP Silfi Adi Putri membenarkan adanya kejadian itu di wilayah hukumnya.

Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 18 Maret 2025 namun baru ramai di media sosial belakangan ini.

"Sebenarnya bukan ormas, jadi dia itu warga situ, memang dia ormas tapi dia atas nama warga di situ," ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (26/3/2025).

Silfi Adi Putri menjelaskan, insiden tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antar kedua belah pihak.

Pada saat itu, pihak anggota ormas menanyakan rekrutmen tenaga kerja kepada pihak pengusaha.

"Itu antara pengusaha dengan warga. Bukan masalah THR, bukan. Itu masalah lamaran pekerjaan," ujarnya.

Silfi Adi Putri menepis narasi yang menyatakan bahwa keributan dipicu terkait jatah THR yang diminta oleh pihak ormas.

Kapolsek menegaskan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah dan kedua belah pihak telah berdamai.

"Itu engga sampai berantem dan hari itu juga di lokasi tersebut langsung diselesaikan oleh kepala desa," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved