Minggu, 12 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Ternyata Ini Penyebab Satpam di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat Dismackdown Remaja 

Hingga Rabu (9/4/2025), pelaku belum ada etika menemui keluarga korban untuk meminta maaf atas kasus penganiayaan tersebut.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
SATPAM RS DISMACKDOWN - Tangkapan layar dari video cctv terkait seorang satpam Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi bernama Sutiyono (39) yang menjadi korban penganiayaan serupa peragaan smackdown saat bertugas oleh seorang remaja laki-laki berinisial AF pada Sabtu (29/3/2025) sekira pukul 22.00 WIB. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Seorang satpam Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi bernama Sutiyono (39) menjadi korban penganiayaan serupa peragaan smackdown saat bertugas oleh seorang remaja laki-laki berinisial AF.

Istri korban, Ratrichsani (30) mengatakan sebelum penganiayaan itu terjadi, AF sempat ditegur oleh Sutiyono karena parkir mobil sembarangan sehingga mobil yang dibawa AF menghalangi jalur ambulans hingga kendaraan pengunjung.

"Awalnya suami saya negur dia (AF) parkirnya kurang maju, tidak sesuai prosedur dari RS karena menghalangi jalurnya ambulans, menghalangi mobil-mobil yang lain untuk lewat," kata Ratri Rabu (9/4/2025).

Tidak hanya itu, Ratri menjelaskan suaminya itu sempat juga menegur AF karena kerap membunyikan klakson mobil hingga menggeber knalpot mobil ketika melaju menuju area parkir.

Teguran ini dilakukan Sutiyono karena dapat menganggu ketenangan para pasien yang berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Dia (AF) nyalain knalpot brong, klakson-klakson, berisik, sampai terdengar di ruangan IGD," jelasnya.

Baca juga: Antrean Kendaraan Membludak, Akses Jalan Depan Kantor Samsat Karawang Sampai Ditutup

Baca juga: Samsat Keliling Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang Buka Lagi Rabu ini, 9 April 2025, Cek Lokasinya

Ratri menuturkan usai teguran dilakukan, AF justru tidak terima dan langsung mendorong Sutiyono menggunakan kedua tangan.

Selanjutnya Sutiyono dipiting hingga dibanting dengan posisi kepala mengenai permukaan lantai.

Akibat kejadian itu, Sutiyono sempat kejang-kejang di lokasi.

Mirisnya lagi, saat kondisi kejang-kejang, AF masih memiting Sutiyono.

Kemudian Sutiyono langsung dibawa ke ruang IGD untuk mendapatkan penanganan medis.

"Dia dibanting dan di-smackdown (dipiting) gitu loh tangannya, jadi pas dia sudah kejang, dia masih dipiting," tuturnya.

Baca juga: Perpanjangan SIM Kabupaten Bekasi Rabu ini, 9 April 2025 Buka Kembali di Dua Lokasi Satpas

Baca juga: Layanan SIM Keliling Karawang, Rabu ini, 9 April 2025, di Depan Polsek Telagasari

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum Sutiyono, Subadria Nuka menyampaikan pasca kejadian, korban perlu melewati perawatan intensif di ruang ICU hingga empat hari.

Namun hingga kini, Rabu (9/4/2025) sejak awal kejadian Sabtu (29/3/2025) sekira pukul 22.00 WIB, pihak pelaku belum ada etika menemui keluarga korban untuk meminta maaf.

"Setelah empat hari berlalu, keluarga pelaku sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atau meminta maaf,” ucap Subadria, Rabu (9/4/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved