DPRD Kota Bekasi
Kota Bekasi Dilanda Krisis Guru, Ketua Komisi IV DPRD Minta Disdik Segera Cari Solusi
Adelia menuturkan persoalan krisis guru ini justru sudah tidak lagi mencakup tingkat lokal, namun sudah setara cakupan nasional
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, KOTA BEKASI --- Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, mengatakan wilayah Kota Bekasi saat ini tengah dilanda krisis kurangnya tenaga mengajar atau guru.
“Kami di sini (Kota Bekasi) mengetahui bahwa Kota Bekasi kekurangan guru, kami sedang krisis guru,” kata Adelia, Selasa (6/5/2025).
Berdasarkan hal itu, Adelia menjelaskan pihaknya di Komisi IV meminta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk memperhatikan persoalan adanya krisis guru tersebut.
“Maka dari itu kami dari Komisi IV terus mendorong Disdik beserta jajaran eksekutif untuk segera mengatasi masalah ini, karena masalah ini bukan setahun dua tahun, sudah menahun kami kekurangan guru,” jelasnya.
Baca juga: DPRD Kota Bekasi dan Pemkot Pastikan SPMB 2025 Berjalan Adil
Adelia menuturkan persoalan krisis guru ini justru sudah tidak lagi mencakup tingkat lokal, namun sudah setara cakupan nasional sehingga perlu disegerakan dicari solusinya.
“Menyikapinya itu bagaimana caranya kami untuk menyelesaikan masalah itu, ini adalah masalah nasional ya menurut saya. Masalah isu sosial yang harus segera kami tangani,” tuturnya.
Sementara Pemkot Bekasi telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus untuk menambah Sumber Daya Manusia (SDM) guru.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ahmad Yani mengatakan kerjasama itu berdasarkan penandatanganan MOU antara Pemkot Bekasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terkait Penerapan dan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Selanjutnya akan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang meliputi Program Magang Mahasiswa untuk memenuhi kekurangan guru yang ada di Kota Bekasi, baik untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Program ini akan melibatkan mahasiswa dengan persyaratan yang sudah duduk minimal di semester VI , dengan durasi program selama sayu semester dan dapat di perpanjang selama dua semester atau selama mendapat ijin dari Perguruan tinggi asal," kata Ahmad, Minggu (20/4/2025).
Ahmad menjelaskan nantinya mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan diberikan sertifikat, sebab untuk tahun 2025 belum ada anggaran yang disediakan.
Lalu pihak UNJ akan melakukan screening dan training persiapan sebelum mahasiswa dikerahkan ke sekolah untuk bertugas.
“Kegiatan ini merupakan upaya yang dapat dikerjasamakan bukan hanya dengan UNJ tetapi dengan beberapa perguruan tinggi lain terutama yang memiliki program studi keguruan,” jelasnya.
Ahmad menuturkan Sebelum melakukan kerjasama dengan UNJ, pihaknya pernah bersurat kepada Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) wilayah IV.A di akhir tahun 2023 untuk menjajaki kemungkinan kerjasama ini dengan beberapa perguruan tinggi swasta yang ada di wilayah Bekasi namun sampai saat ini belum ada kelanjutannya.
"Kami juga akan melakukan koordinasi dan permohonan kerjasama dengan beberapa perguruan tingginyang ada di wilayah Kota Bekasi diantaranya Universitas Bhayangkara dan UNISMA Bekasi karena kebutuhan guru yang ada cukup banyak dan tentu saja dibutuhkan support dari banyak perguruan tinggi yang ada," tuturnya.
| Rotasi Jabatan Kabag Umum di Sekretariat DPRD Kota Bekasi |
|
|---|
| Survei Kepuasan Triwulan IV Tahun 2025, Sekretariat DPRD Kota Bekasi Raih Penilaian Sangat Baik |
|
|---|
| DPRD Kota Bekasi Targetkan 2026 Hadir Perwal untuk Atasi Penahanan Ijazah di Sekolah |
|
|---|
| Kasus Bullying Naik 20 Persen DPRD Bekasi Minta Semua Pihak Bergerak |
|
|---|
| DPRD Bekasi Ingatkan Digitalisasi Pendidikan Jangan Cuma Seremoni Presiden Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Adelia-5-Mei.jpg)