Kamis, 7 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Ikut Berperang di Rusia, Segini Uang yang Diterima Satria Arta Kumbara Eks Marinir TNI AL

Pecatan TNI AL, Satria mengaku alasannya gabung ke militer Rusia adalah untuk mendapatkan gaji yang lebih baik.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
(Istimewa)
BIODATA Serda Satriya Arta Kumbara. Pecatan marinir TNI AL gabung militer Rusia. Ia mantan anggota Marinir TNI Angkatan Laut (AL) bergabung menjadi tentara bayaran Rusia di Ukraina. 

TRIBUNBEKASI.COM - Nama mantan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL) Satria Arta Kumbara mencuat pasca postingan foto dirinya menjadi tentara bayaran Rusia.

Pemerintah Indonesia khususnya TNI langsung merespon viralnya video dan foto Satria. Dan langkah tegas juga diambil pemerintah Indonesia dengan mencabut status WNI pada Satria.

Namun, Satria justru merespon upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia. Ia kemudian menyampaikan alasannya mengapa ikut bergabung dengan tentara Rusia.

Satria mengaku alasannya gabung ke militer Rusia adalah untuk mendapatkan gaji yang lebih baik.

Sebagian orang pun bertanya-tanya, berapa penghasilan tentara bayaran di Rusia?

Panglima Ukraina menyebut bahwa tentara asing yang bertempur untuk Rusia, terutama di unit elite atau garis depan, bisa menerima bayaran hingga US$ 40.000 per bulan tergantung posisi dan lokasi penugasan.

Namun, media independen The Moscow Times memberikan angka yang berbeda.

Dalam laporannya, tentara kontrak biasa di Rusia menerima gaji bulanan sekitar 200.000 rubel, setara dengan US$ 2.166 atau sekitar Rp 35 juta (kurs Mei 2025).

Angka ini sekitar 2,4 kali lebih tinggi dari gaji rata-rata pekerja sipil di Rusia.

Selain gaji, tentara kontrak juga dikabarkan mendapatkan berbagai fasilitas termasuk tunjangan keluarga, perumahan, dan kompensasi jika terluka atau gugur di medan perang.

Namun, tidak semua tentara asing menerima hak yang sama, tergantung dari jalur perekrutan dan legalitas status mereka di Rusia.

Meski gaji tentara bayaran tampak menggiurkan, risiko hukum, politik, dan nyawa yang harus dibayar tidak bisa diabaikan.

Tentu saja semua warga negara punya haknya untuk menentukan bagaimana nasib perekonomian mereka .

Mengkritik Korupsi di Indonesia 

TNI membenarkan bahwa Satriya Arta Kumbara adalah mantan anggota TNI. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved