Rabu, 8 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Karawang

Miris, IGD RSUD Karawang Kerap Overload, Begini Penjelasan Manajemen

Membludaknya pasien ke IGD karena kebanyakan rumah sakit (RS) swasta mengarahkan pasien ke IGD RSUD.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
IGD PENUH - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang kondisinya overload atau kelebihan kapasitas. Kapasitas IGD yang hanya bisa berisi 30 tempat tidur, kini harus menampung lebih dari 45 pasien setiap harinya. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang kondisinya kerap overload atau kelebihan kapasitas dalam beberapa bulan terakhir.

Akibatnya, pasien dirawat di lorong IGD hingga harus membawa brankar atau ranjang untuk perawatan. Kondisi itu juga membuat petugas kesehatan RSUD Karawang kewalahan.

Terkait hal itu, Humas RSUD Karawang, Abdullah Luthfi menjelaskan, kejadian itu karena tingginya jumlah pasien yang masuk ke IGD.

Kapasitas IGD yang hanya bisa berisi 30 tempat tidur, kini harus menampung lebih dari 45 pasien setiap harinya.

Hal itu pun membuat kondisi layanan gawat darurat dalam posisi overload.

"Jumlah pasien yang datang setiap hari jauh melebihi kapasitas. Bahkan, untuk menampung pasien, kami terpaksa meminjam blankar dari ambulans yang mengantar pasien ke IGD," ujarnya kepada wartawan, pada Jumat (20/6/2025).

Baca juga: Sejumlah Pelat Tembaga di Monumen Bersejarah Kali Bekasi Raib Digodol Maling

Baca juga: Warga Gabus Bekasi Menginap di Runtuhan Bangunan Usai Kediaman Dibongkar Dedi Mulyadi

Menurutnya, membludaknya pasien ke IGD karena kebanyakan rumah sakit (RS) swasta mengarahkan pasien ke IGD RSUD.

Padahal, seharusnya RS swasta harus melalui aplikasi SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) agar memastikan lebih dulu ketersediaan tempat tidur di IGD RSUD Karawang.

"Jadi tidak asal 'melempar' pasien secara lepas. Kami minta kerja sama semua pihak agar mengikuti sistem rujukan yang benar. SPGDT ini penting untuk memastikan bahwa ruangan atau bed yang dibutuhkan pasien memang tersedia sebelum dirujuk," jelasnya.

Luthfi mengaku kondisi status overload ini sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang agar ditindaklanjuti.

"Kejadian IGD selalu full dari bulan sebelumnya sudah disampaikan," katanya.

Dia memohon maaf dan meminta pengertian masyarakat apabila pasien yang datang tanpa ambulans tidak langsung mendapat fasilitas tempat tidur RSUD Karawang.

Baca juga: Ada 192 orang WNI di Israel, Pemerintah akan Evakuasi Mereka lewat Yordania

Baca juga: Jumat ini Turun Tipis, Simak Detail Harga Emas Batangan Antam di Bekasi sesuai Ukuran

"Rumah sakit juga meminta pengertian dan kesabaran dari keluarga pasien jika harus menunggu hingga tersedia tempat tidur atau blankar di IGD," pintanya.

Luthfi menambahkan, sekitar 99 persen pasien yang masuk ke RSUD Karawang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

Pasien yang belum terdaftar BPJS namun memiliki KTP Karawang dan sudah tinggal minimal satu tahun, akan dibantu pengajuannya melalui program UHC (Universal Health Coverage).

"Sebagian besar pasien datang dengan kondisi demam tinggi, bahkan sudah lebih dari tiga hari sakit sebelum dibawa ke rumah sakit. Rentang usia pasien cukup merata, baik anak-anak maupun dewasa," kata Lutfi.

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved