Kamis, 28 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Pendapatan Hilang Miliaran Imbas Pemisahan Aset, Perumda Tirta Bhagasasi Tak Cemas, Ini Strateginya

Meski demikian, Ade menegaskan, Perumda Tirta Bhagasasi tak khawatir karena telah menyiapkan sejumlah langkah strategi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
PEMISAHAN ASET --- Direktur Usaha (Dirus) Perumda Tirta Bhagasasi, Ade Effendi Zarkasih di Cikarang pada Kamis (26/6/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI --- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi berpotensi kehilangan pendapatan mencapai miliaran pasca pemisahan aset layanan air bersih dengan Kota Bekasi.

Pendapatan Perum Tirta Bhagasasi itu hilang karena pemisahan aset dua cabang yang memiliki pelanggan mencapai 14.000, yakni cabang Rawalumbu dan Setiamekar.

"Berdasarkan data dan hasil kajian hampir 14 ribu pelanggan pada 2 cabang dan berpotensi kehilangan pendapatan Rp 2,1 miliar," kata Direktur Usaha (Dirus) Perumda Tirta Bhagasasi, Ade Effendi Zarkasih di Cikarang pada Kamis (26/6/2025).

Meski demikian, Ade menegaskan, Perumda Tirta Bhagasasi tak khawatir karena telah menyiapkan sejumlah langkah strategi.

Langkah terdekat ialah menargetkan pemasangan sambungan baru sebanyak 7.400 di Harvest City, Kecamatan Setu.

Sehingga, sudah dapat mengembalikan 50 persen lebih dari kehilangan 14 ribu pelanggan.

Baca juga: Ribuan Warga di Mangun Jaya Indah 2 Desak PDAM Tirta Bhagasasi Segera Benahi Kerusakan Pipa 

"Tentu target dalam waktu dekat kita, dengan adanya sambungan baru 7.400 hampir 50 persen sudah kita tutup," jelasnya.

Selanjutnya, kata Ade, pihaknya akan menyasar kawasan industri yang memiliki potensi besar. Kabupaten Bekasi memiliki banyak kawasan industri, satu perusahaan itu sama seperti mengakomodir 30 pelanggan.

Saat ini juga progres MoU dengan PT Kawasan Lintas Banyu Sentosa dalam penyediaan air bersih di Kawasan Industri MM2100 itu memasuki tahap penyelesaian Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Kemudian akan dilakukan kontruksi pembangunan fisik Water Treatment Plant (WTP).

"Artinya progresnya sudah hampir 85 persen. Insyaallah ini akan menjadi langkah-langkah ekstraordinari buat Perumda Tirta Bhagasasi," kata Ade.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bekasi kini juga telah membantu membangun memasang jaringan pipa di beberapa wilayah.

Lanjut Ade, pihaknya juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Bekasi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk membuat peraturan daerah atau peraturan bupati untuk meningkatkan tarif restribusi air tanah.

Atau bahkan, bisa membuat peraturan daerah terkait larangan pengambilan air tanah seperti di Jakarta.

Sehingga, perusahaan bisa beralih penggunaan air tanah dengan berlangganan air bersih dari Perumda Tirta Bhagasasi.

"Jadi dengan kehilangan potensinya sekarang, saya pikir ini menjadi motivasi buat kita jajaran direksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, untuk meningkatkan cakupan layanan teknis di kawasan industri," tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved