Kamis, 28 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Gereja di Sukabumi Dirusak Massa, Anwar Abbas Minta Aparat Segera Bertindak

Sebuah gereja Kristen di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan jadi sasaran amuk massa. Video kejadian ini viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas. 

TRIBUNBEKASI.COM, SUKABUMI - Kasus perusakan gereja mengoyak ketenangan Sukabumi, Jawa Barat.

Sebuah gereja Kristen di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan jadi sasaran amuk massa. 

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait mengusut kasus perusakan bangunan gereja di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan kini tengah viral di media sosial.

Anwar juga mengimbau agar warga setempat tetap tenang dan tidak menjadi provokator.

"Sehubungan dengan adanya perusakan rumah ibadah (diduga) Gereja Kristen di Sukabumi pada Jumat lalu, maka saya harap masyarakat agar tetap tenang dan jangan melakukan hal-hal yang bisa memancing terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (29/6/2025).

"Serahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait agar bisa diselesaikan," sambung Anwar.

Anwar menegaskan terkait pembangunan tempat ibadah, sudah ada SKB dua menteri yang tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

Dia mengungkapkan aturan tersebut dibuat demi menjaga kerukunan umat beragama.

"Jadi berdasarkan aturan tersebut, kita harapkan masalah ini bisa selesai," jelasnya.

Terpisah, politikus PDIP, Guntur Romli, mengecam aksi perusakan tersebut yang dapat merusak kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dia juga mengecam adanya salib yang merupakan simbol agama Nasrani dijadikan alat oleh massa untuk melakukan perusakan tempat yang diduga untuk ibadah tersebut.

Guntur mengatakan jika hal serupa dilakukan seperti lafadz 'Allah' diturunkan dan digunakan untuk merusak sesuatu, maka umat Islam dipastikan marah.

"Ini menyedihkan dan menyakitkan," katanya.

Dia pun mendesak agar aparat penegak hukum segera menangkap seluruh pelaku perusakan.

Lebih lanjut, Guntur mengungkapkan melaksanakan ibadah di Indonesia sebenarnya tidak perlu izin.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved