Kamis, 11 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Kapal Terbakar

Kisah Penyelamatan Bayi dari KM Barcelona yang Terbakar, Dimasukkan ke Cooler Box Biar Terapung

Salah satu momen haru yang terjadi saat tragedi kapal Barcelona 5 di Sulut adalah detik-detik penyelamatan seorang bayi.

Tayang:
Penulis: | Editor: Ign Prayoga
HO
TERBAKAR - Kondisi KM Barcelona 5 terbakar di tengah laut di Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (20/7/2025). 

TRIBUNBEKASI.COM, MANADO - Musibah kapal terbakar terjadi di Sulawesi Utara. Kapal Motor (KM) Barcelona 5 terbakar dalam pelayaran ke Manado, ibu kota Sulawesi Utara (Sulut).

KM Barcelona 5 yang melayani rute Talaud-Manado mengalami kebakaran pada Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 12.00 WITA.

KM Barcelona terbakar ketika berada di perairan antara Pulau Talise dan Pulau Gangga, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, sekitar 60 km dari Pelabuhan Mando.

Salah satu momen haru yang terjadi saat tragedi Kapal Motor (KM) Barcelona 5 adalah detik-detik penyelamatan seorang bayi.

Sedangkan ratusan penumpang lainnya berhasil diselamatkan berkat evakuasi oleh unsur gabungan dan nelayan setempat.

Sejauh ini, pihak berwenang menyatakan ada tiga penumpang meninggal dunia, yaitu Asna Lapae (50), Zakaria Tindiuling, dan Juliana Humulung (40).

Momen paling mengharukan dari tragedi ini adalah penyelamatan seorang bayi. Momen itu diceritakan oleh Serly Horman, penumpang yang selamat.

"Mereka ambil keputusan cepat. Supaya bayi itu selamat, langsung bawa pakai cooler box. Puji Tuhan, dia aman sampai kita semua dievakuasi," ucap Serly Horman, kerabat sang bayi, dikutip dari Tribun Manado.

CARI - Tim SAR Gabungan bersiap melakukan proses pencarian terhadap dua penumpang KM Barcelona VA, dari Posko Pelabuhan Munte Likupang Minut, Senin (21/7/2025).
CARI - Tim SAR Gabungan bersiap melakukan proses pencarian terhadap dua penumpang KM Barcelona VA, dari Posko Pelabuhan Munte Likupang Minut, Senin (21/7/2025). (Basarnas Manado)

Cooler box, yang biasa digunakan untuk menyimpan makanan, minuman, atau obat-obatan seperti vaksin, digunakan sebagai pelampung darurat karena keterbatasan pelampung di kapal. 

Bayi itu kemudian dibiarkan mengapung di laut di dalam cooler box hingga diselamatkan.

Selain itu, Serly juga menceritakan perjuangannya menyelamatkan nak dan orang tuanya yang tengah sakit, meski tanpa pelampung.

"Kami bertiga, saya, anak saya, dan orang tua, berenang tanpa pelampung. Tidak ada jalan keluar waktu itu, semua sudah penuh asap," kata Serly kepada Tribun Manado di Pelabuhan Serei. 

"Saya hanya bisa panik dan berdoa, saya bilang Tuhan minta tolong kasih pertolongan, kasih akal," tambahnya.

Setelah berenang menyelamatkan diri, mereka pun akhirnya dievakuasi oleh nelayan yang dating membantu.

Namun sayangnya, salah satu kerabat Serly, yaitu Asna Lapae, menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi ini.

Sumber: TribunJabar.id
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved