Berita Bekasi
Astaga, Pedagang Nanas di Bekasi Dipalak Ormas dan Diancam Pakai Golok
Iyan (36) mengatakan pemalakan itu dilakukan oleh dua orang anggota organisasi masyarakat (ormas) dengan menggunakan golok.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, MUSTIKAJAYA — Aksi pemalakan terhadap seorang pedagan terjadi di Jalan Raya Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, baru-baru ini.
Seorang pedagang nanas yang merupakan korban aksi pemalakan tersebut, Iyan (36) mengatakan pemalakan itu dilakukan oleh dua orang anggota organisasi masyarakat (ormas).
Aksi pemalakan tersebut terjadi saat dirinya tengah berjualan di lokasi kejadian.
Selain dipalak, Iyan mengaku juga mendapatkan ancaman dari para pelaku dengan menggunakan senjata tajam (sajam) sejenis golok.
"Saya juga diancam pakai sajam, jenisnya golok, kerekam CCTV juga itu yang ada di sekitar lokasi kejadiannya," kata Iyan, Selasa (22/7/2025).
Iyan menjelaskan bahwa kasus pemalakan yang terjadi pada hari Kamis lalu (17/7/2025) itu bermula saat kedua pelaku datang menghampiri lapaknya dan langsung mengambil nanas.
Baca juga: Bupati Karawang Ancam Copot Kepala Sekolah jika Paksa Beli LKS dan Seragam
Baca juga: Lokasi Samsat Keliling di Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang, Selasa 22 Juli 2025
Namun Iyan tidak mau begitu saja memberikan nanas yang diminta para pelaku, kemudian terjadi cekcok.
"Cuma saya keberatan ngasih satu kantong nanas itu. Akhirnya cekcok, cekcok biasa adu mulut. Terus pelaku tidak terima mungkin ya. Terus dia pergi (setelah cekcok)," jelasnya.
Iyan menuturkan usai para pelaku pergi meninggalkannya, beberapa saat kemudian mereka kembali ke lapak dagangannya sembari membawa golok lalu memberikan ancaman.
"(Pelaku) Pergi, terus datang lagi kurang lebih 20 menit. Datang lagi tapi bawa golok itu. Pokoknya persis seperti yang terlihat di video, ngejar-ngejar saya itu," tuturnya.
Iyan menyampaikan usai melihat para pelaku membawa golok, ia berupaya menyelamatkan dirinya dengan berjalan ke sebuah perusahaan yang tidak jauh dari lokasi dagangnya.
"Saya panik asli saat itu kan. Jadi saya kabur aja selamatin diri, akhirnya lari ke area gerbang oranye itu ada kayak perusahaan gitu," ucapnya.
Baca juga: Perpanjangan SIM Kabupaten Bekasi Selasa 22 Juli 2025 di Dua Lokasi Satpas
Baca juga: Layanan SIM Keliling Karawang, Selasa 22 Juli 2025 di Lokasi Gebyar PATEN
Iyan mengungkapkan dirinya telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bantargebang, namun hingga kini belum ada penanganan.
Kedua pelaku juga masih bebas berkeliaran, sehingga bisa saja mengancam siapapun dengan menggunakan modus serupa.
"Harapannya ke depan sih, aksi premanisme seperti itu diberantas ya, sama pihak yang berwenang, supaya tidak terjadi pemalakan atau apalah terhadap pedagang-pedagang kecil kayak saya gini," pungkasnya.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp.
| Bakal Diguyur Hujan Pada Malam Ini, Bagaimana Cuaca Bekasi Senin Besok? |
|
|---|
| Kronologi Tukang Ayam Geprek Kaget Temukan Mayat di Dalam Freezer |
|
|---|
| Dua Sepeda Motor dan Pegawai Hilang Usai Ditemukan Mayat Dalam Freezer Kios Ayam Geprek |
|
|---|
| Penampakan Freezer Ayam Geprek yang Berisi Jasad Manusia di Bekasi |
|
|---|
| Polda Metro Jaya Diterjunkan untuk Olah TKP Temuan Mayat di Freezer Kios Ayam Geprek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/premanisme-22-Jul.jpg)