Pencurian di KRL
Waspada Pencurian Tas di KRL, Barang Bawaan Jangan Sampai Tertinggal
Korban, Eza, menyadari tas ransel miliknya tertinggal setelah berpindah kereta di Stasiun Manggarai menuju Depok.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, TAMBORA — Pengguna commuterline (KRL) harus selalu waspada dan berhati-hati dengan barang-barangnya tatkala berada di dalam gerbong kereta.
Pasalnya, barang yang tertinggal di gerbong kereta bisa menjadi sasaran empuk orang-orang yang memiliki niat jahat.
Seperti di Stasiun Angke, seorang penumpang bernama Eza kehilangan tasnya usai dicuri oleh dua komplotan maling.
Aksi kejahatan itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Kantongi Identitas, Polisi Buru Komplotan Maling Toko Bangunan di Tambun yang Rugikan Rp 1,5 Miliar
Dalam rekaman video yang beredar, tampak dua pria muda, salah satunya mengenakan jaket merah, masuk ke dalam gerbong dan mengambil tas yang tertinggal di rak atas kursi penumpang.
Korban, Eza, menyadari tas ransel miliknya tertinggal setelah berpindah kereta di Stasiun Manggarai menuju Depok.
"Tas tersebut berisi barang-barang elektronik penting seperti laptop, kamera CCTV, dan perangkat pendukung lainnya," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025).
"Total kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta," imbuhnya.
Mengingat kerugian yang tak sedikit, Eza pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Tambora, Jakarta Barat.
Setelah ditelusuri, polisi lantas meringkus dua pelaku di kediamannya masing-masing.
“Dua pelaku berinisial DM (29) dan JI (27) berhasil kami amankan di kediaman masing-masing kurang dari 24 jam setelah kejadian,” kata Sudrajat.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun.
Sementara itu, kejadian pencurian tersebut membuat penumpang kereta merasa tidak aman.
Mereka khawatir akan barang-barang yang dibawanya turut menjadi sasaran empuk pelaku pencurian.
"Khawatir ya, karena kan KRL siapa aja bisa masuk, maksudnya enggak ter-screening gitu, jadinya pas di gerbong pasrah aja apalagi pas berdesak-desakan," ungkap pengguna rutin KRL, Hakim.
Hakim menyebut ke depan ia akan lebih berhati-hati menjaga barang bawaannya.
Terlebih, para pencuri sudah terang-terangan melancarkan aksinya di tempat ramai sekalipun.
"Palingan jadi lebih hati-hati aja, pas desak-desakan tas dikedepankan, handphone dipegang," katanya.
Hakim berharap, penjagaan KRL bisa lebih ketat dan pemantau CCTV aktif di setiap gerbong agar mudah mendeteksi wajah pelaku pencurian.
(Sumber : Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah/m40)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
Penculikan Kepala Cabang Bank BUMN yang Didalangi Pengusaha Startup Ternyata Juga Libatkan Tim IT |
![]() |
---|
Guru Cabul di Bekasi Lakukan Aksinya di Ruang OSIS, Korban Trauma Hingga Berusaha Melukai Diri |
![]() |
---|
Bagaimana Kondisi Cuaca Kota Bekasi Kamis Besok 28 Agustus 2025? Berikut Prakiraan BMKG |
![]() |
---|
Cerita Kalina Ocktaranny Hingga Dirinya Putuskan Jualan Es Teler di Pinggir Jalan Pamulang |
![]() |
---|
Ironis! Guru SMPN 13 Kota Bekasi Terlibat Kasus Pelecehan Seksual Siswi Ternyata Anggota TPPK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.