Pemkab Bekasi
Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Dorong Akselerasi Implementasi SPBE di Perangkat Daerah
SPBE jadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya tuntutan terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI — Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi mendorong akselerasi implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di perangkat daerah.
Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia mengatakan, penerapan SPBE saat ini menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi.
“Masyarakat kini sudah terbiasa dengan layanan digital, sehingga pemerintah juga dituntut memberikan layanan yang mudah diakses, efisien, dan terintegrasi,” ujarnya pada Selasa, (19/8/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa SPBE bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi juga harus memenuhi empat domain utama, yakni kebijakan, tata kelola, manajemen dan audit, serta layanan.
Keempat domain tersebut menjadi pilar penting dalam menjaga kualitas layanan digital pemerintahan.
Baca juga: Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Dorong Literasi Digital Pengaduan Publik
Baca juga: Pemkab Bekasi Targetkan Angka Stunting Turun di Bawah 10 Persen
Selama ini implementasi SPBE masih lebih banyak pada level kabupaten. Padahal perangkat daerah juga harus mengacu pada aturan dan standar yang ditetapkan dalam peraturan presiden.
"Jika semua perangkat daerah bergerak bersama, indeks SPBE Kabupaten Bekasi akan semakin meningkat,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, Diskominfosantik telah menyiapkan instrumen self-assessment digital yang dapat digunakan perangkat daerah untuk menilai sejauh mana penerapan SPBE di unit kerja masing-masing.
Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar pembinaan dan pendampingan oleh Tim Koordinasi SPBE Kabupaten Bekasi.
Yan Yan juga menyoroti permasalahan banyaknya aplikasi lokal yang tidak lagi aktif dan berpotensi menimbulkan kerentanan keamanan.
Karena itu, ia mendorong konsolidasi aplikasi agar tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus memperkuat branding layanan digital Kabupaten Bekasi.
Baca juga: Mengabdi 30 Tahun, Kadiskominfosantik Kabupaten Bekasi Terima Satya Lencana Karya Satya
Baca juga: Wabup Bekasi Groundbreaking Kantor BPJS Kesehatan, Usung Konsep Eco Green
“Ke depan, cukup satu aplikasi super apps yang terintegrasi dengan berbagai menu layanan. Saat ini kita kembangkan aplikasi Bekasikan Mobile yang akan menghimpun berbagai layanan publik mulai dari administrasi kependudukan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan,” paparnya.
Selain aspek teknologi, peningkatan kualitas SDM pengelola SPBE juga menjadi perhatian utama.
Diskominfosantik terus melakukan pelatihan, pendampingan, serta kerjasama dengan berbagai lembaga seperti BSSN, BPP TIK, dan Diskominfo Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kapasitas aparatur di bidang digital.
Yan Yan juga menegaskan pentingnya integrasi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan layanan digital bagi masyarakat.
diskominfosantik kabupaten bekasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi
Yan Yan Akhmad Kurnia
| Bukan Jalan Mudah, Baru 3 Bulan Menjabat, Plt Bupati Bekasi Sudah Lakukan Lima Poin Ini |
|
|---|
| Jaminan Gizi Jadi Standar Ketat, Bupati Karawang Bakal Lapor Dapur MBG Bermasalah ke BGN |
|
|---|
| Uang Rp176 Miliar dari APBD Siap Digelontorkan untuk THR PNS dan PPPK Kabupaten Bekasi, Kapan Cair? |
|
|---|
| Di Hadapan Mensos, Operator Data Desa di Kabupaten Bekasi Mengadu Tak Digaji, Plt Bupati Buka Suara |
|
|---|
| Mensos Gus Ipul Sosialisasikan DTSEN di Kabupaten Bekasi, Tekankan Akurasi Data Bansos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Sosialisasi-SPBE-20-Ags.jpg)