Berita Jakarta
Waspada Cuaca Panas Ekstrem, Diperkirakan Berlangsung Hingga November 2025, Ini Imbauan BPBD DKI
Fenomena cuaca panas ini bukan akibat gelombang panas (heatwave) seperti yang terjadi di negara-negara subtropis
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA --- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan berdasarkan informasi BMKG, saat ini wilayah Jakarta dan sebagian besar Indonesia sedang mengalami kondisi suhu udara yang cukup panas pada siang hari.
Fenomena cuaca panas ini bukan akibat gelombang panas (heatwave) seperti yang terjadi di negara-negara subtropis, melainkan masih dalam batas wajar meskipun terasa tidak nyaman.
Kondisi cuaca panas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025, tergantung pada waktu mulai masuknya musim hujan di masing-masing daerah.
BMKG menjelaskan, suhu panas ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jakarta, sehingga intensitas penyinaran matahari lebih tinggi dari biasanya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi Jumat 17 Oktober 202: Seluruh Wilayah Hujan Gerimis, Udara Cukup Panas
Selain itu, pengaruh angin timuran dari Australia yang membawa udara kering serta minimnya tutupan awan turut membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa penghalang menyebabkan suhu terasa lebih terik terutama pada siang hari.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, kondisi suhu udara yang cukup panas ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang sedang berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jakarta, sehingga intensitas penyinaran matahari lebih tinggi dari biasanya.
“Selain itu, kondisi atmosfer yang cenderung cerah berawan turut membuat radiasi matahari langsung terasa di permukaan,” ungkapnya melalui website resmi berita Jakarta, Jumat (17/10/2025).
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan.
“Masyarakat diminta untuk memperhatikan waktu dan intensitas paparan sinar matahari agar tidak mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang tengah melanda,” ujarnya.
BERITA VIDEO : PANAS DI DOHA! GOL QATAR PICU KERUSUHAN, IPHONE MELAYANG KE TENGAH LAPANGAN
Isnawa menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan sederhana untuk menjaga kesehatan di tengah suhu udara yang terik.
Dirinya mengimbau warga untuk membatasi aktivitas fisik berat di bawah sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10.00–16.00 WIB.
“Gunakan pelindung diri seperti topi, payung, atau pakaian yang menutup tubuh saat berada di luar ruangan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan asupan air putih guna mencegah dehidrasi serta tidak membakar sampah sembarangan,” jelas dia.
BPBD DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem ini.
(Sumber : Wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti/m27)
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp
| Waspada! Diduga Seorang Pria Nekat Masuk ke Kolong Peron Demi Intip Penumpang Wanita |
|
|---|
| Reaksi Jusuf Kalla Ketika Pramono Anung Sindir Politik Gorong-gorong |
|
|---|
| Masih Diguyur Hujan Deras, Sampai Kapan Modifikasi Cuaca Jakarta? |
|
|---|
| Usai Bongkar Puluhan Bangunan Liar di TPU Kober, Pemkot Jaktim Bakal Buka 420 Petak Makam |
|
|---|
| LRT Jabodebek Tambah Jumlah Perjalanan dan Rangkaian Kereta |
|
|---|