Berita Karawang
Cegah Kerusakan Terumbu Karang, DKP Jabar Melarang Perburuan Harta Karun di Laut Karawang
Benda-benda kapal karam peninggalan VOC yang masih bisa diselamatkan itu pun sudah dibawa ke museum milik KPP.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat membenarkan terkait cerita perburuan harta karun di dasar laut Karawang.
Tim dari KKP juga sudah mendatangi beberapa kali lokasi itu dan pemerintah telah menetapkan lokasi itu sebagai BMKT atau Benda Muatan Kapal Tenggelam.
"Memang dari dulu ini kawasannya karang ya, karena dari zaman Belanda dulu ya VOC jaman perdagangan China lewat sini, karena pantura," kata Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Dyah Ayu Purwaningsih, kepada TribunBekasi.com, Rabu (10/9/2025).
Sekarang ini lokasi tersebut menjadi kawasan dilindungi dan tidak boleh lagi ada aktivitas pemburuan harta karun tersebut.
Benda-benda kapal karam peninggalan VOC yang masih bisa diselamatkan itu pun sudah dibawa ke museum milik KPP.
"Pemerintah sendiri mengetahui ada kapal karam dan potensi ekosistem terumbu karang di Dusun Tangkolak Karawang itu sekitar tahun 2010. Maka dari itu, sekarang ini sangat menjadi perhatian kami," imbuhnya.
Baca juga: Terkena Badai, Dua Kapal Nelayan Karam di Laut Karawang, Satu Orang Tewas
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Sukakerta Nurhasan juga membenarkan semua kisah tersebut.
Bahkan, akibat pemburuan harta karun itu menelan korban jiwa. Sesudah masa kelam itu, saat ini masyarakat yang dulunya menjadi pelaku pengrusakan laut, kini bertransformasi menjadi pelaku pelestarian.
“Saya lihat perubahan itu, orang-orang yang tulus peduli. Laut dan mangrove kini lebih baik. Ini bukan hanya proyek, tapi gerakan merubah kebiasaan buruk ke baik,” ujarnya.
Cerita perburuan harta karun di laut Karawang pun datang dari sejumlah warga.
Ketika itu, ombak sangat kencang, cuaca juga tak begitu cerah. Puluhan nelayan berbondong-bondong berlayar menggunakan kapalnya ke tengah laut.
Atmosfer penuh semangat kental terasa usai mendengar kabar adanya harta karun dari kapal karam yang disebut-sebut milik Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC).
Dalam benak sudah terbayang bongkahan emas, dan harta berharga lainnya yang ada pada kapal karam tersebut.
Namun, malapetaka itu pun terjadi ketika ada belasan nyawa nelayan melayang dan beberapa lainnya alami cacat permanen hingga lumpuh gegara berburu harta karun.
Petaka itulah menjadi kenangan pahit yang selalu teringat Nanang Sai, 50 tahun seorang nelayan di Kampung Tangkolak Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
| Dibuka Lowongan Kerja Direktur Utama BUMD Petrogas Karawang, Cek Syaratnya! |
|
|---|
| Karawang Siap Punya Pembangkit Listrik dari Sampah, Ini Persiapan Bupati |
|
|---|
| Karawang Diperkirakan Bakal Hujan Ringan Hingga Sore Pada Hari Minggu Ini |
|
|---|
| Dukung Swasembada Pangan, Wakapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak Kuartal I di Cikarang |
|
|---|
| Investasi Karawang Melonjak, Hunian Modern Semakin Menjamur, DPMPTSP Sebut Cermin Daya Saing |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Kelompok-Nelayan-Pandu-Alam-Sendulang-pantau-terumbu-karang.jpg)