Minggu, 3 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Rumah Panggung

Rumah Panggung Dedi Mulyadi di Karawang Terendam Banjir Kiriman

Banjir Karangligar merendam proyek rumah panggung Dedi Mulyadi dan 817 rumah warga hingga ratusan orang mengungsi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Mohamad Yusuf
ISTIMEWA
RUMAH PANGGUNG - Foto udara memperlihatkan proyek rumah panggung milik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang terendam banjir di Desa Karangligar pada Minggu 8 Desember 2025. Banjir membuat sebagian lantai satu bangunan terendam dan pekerjaan terhenti. 
Ringkasan Berita:
  • Proyek rumah panggung milik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Karangligar ikut terendam banjir kiriman dari Sungai Citarum dan Cibeet.
  • Banjir merendam 817 rumah warga hingga 180 cm, memaksa ratusan orang mengungsi selama tiga hari terakhir.
  • BPBD Karawang fokus menyediakan makanan siap saji dari dapur internal karena beberapa wilayah lain juga terdampak banjir.

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Proyek pembangunan rumah panggung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang ikut terdampak banjir. Dari pantauan di lapangan bagian lantai satu bangunan tampak terendam sehingga pekerjaan dihentikan sementara menunggu air benar benar surut.

Agus Tohaeri warga Dusun Pangasinan mengatakan banjir mulai datang pada Jumat malam 5 Desember 2025. Hingga Senin, 8 Desember 2025 air memang sudah turun namun masih menggenangi permukiman serta area proyek.

"Masih tapi sudah mulai surut cuman engga tahu ya karena ini kan banjirnya kiriman dari sungai Citarum dan Cibeet," katanya.

Baca juga: Semua Napi Lapas Aceh Tamiang Dilepas Saat Banjir, Kini Hilang Tak Tahu di Mana

Baca juga: Jeritan Korban Banjir Aceh, 12 Hari Belum Ada Bantuan dari Pemerintah, Listrik dan Jaringan Padam

Baca juga: Warga di Hutanabolon Tapanuli Teriak Minta Air Bersih, Sudah 10 Hari Terpaksa Minum Air Banjir

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karawang Usep Supriatna menyampaikan banjir yang menerjang Karangligar sudah berlangsung tiga hari. Air mulai masuk ke rumah rumah warga pada Jumat, 5 Desember 2025 dan hingga kini masih bertahan.

Disebutkan banjir merendam sedikitnya 817 rumah milik 1488 keluarga dengan total 3988 jiwa. Dari jumlah tersebut sebanyak 220 warga dan 30 balita terpaksa mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka terendam hingga 180 cm.

Menurut Usep para warga untuk sementara ditampung di aula desa tempat ibadah serta rumah keluarga yang tidak terdampak. Sementara proyek rumah panggung milik Pemprov Jabar belum dapat digunakan karena masih berupa rangka bangunan.

Apalagi jumlah rumah panggung yang sedang dibangun tidak sebanding dengan banyaknya warga yang mengungsi. "Saya lihat pembangunan rumah panggung terhenti karena banjir," ujarnya.

Ia menjelaskan BPBD saat ini fokus menyediakan kebutuhan pangan bagi korban banjir. Pengolahan makanan dilakukan di dapur BPBD karena peralatan lebih lengkap dibanding membawa bahan dan alat masak ke lokasi pengungsian.

Selain itu penyaluran makanan tidak hanya untuk warga Karangligar saja. Beberapa wilayah pesisir Karawang juga terdampak banjir rob sehingga membutuhkan bantuan serupa.

"Pada saat bersamaan saudara kita yang berada di daerah pesisir pun diterjang banjir air laut pasang rob. Banjir ini pun sama telah berlangsung berhari hari," katanya.

Baca berita Tribunbekasi lainnya di TribunBekasi.com dan di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved