Program Indonesia Pintar
Respons Saan Mustopa Anak Kuli Bangunan di Karawang Dapat Bantuan PIP
Nurjaya (49), warga Gempol Girang, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang merasa bersyukur anaknya kembali menerima
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Warga Karawang mengaku terbantu Program Indonesia Pintar (PIP), seperti Nurjaya (49) buruh harian lepas yang menyebut bantuan PIP sangat membantu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari seragam, tas, sepatu, hingga buku pelajaran.
- Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan PIP harus tepat sasaran dan bebas pungutan, serta diperuntukkan murni untuk kebutuhan pendidikan tanpa biaya apa pun bagi penerima.
- Sebanyak 370 siswa dari lima SMP di Karawang Barat menerima bantuan PIP.
Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Nurjaya (49), warga Gempol Girang, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang merasa bersyukur anaknya kembali menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Ia mengaku bantuan PIP sangat membantu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
“Ini sudah kali kedua anak saya menerima PIP. Alhamdulillah, setiap dapat bantuan ini bisa digunakan untuk membeli tas, sepatu, baju, dan buku sekolah,” ujar Nurjaya usai penyerahan bantuan PIP oleh Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, di SMP Negeri 3 Karawang, Jumat (16/1/2026).
Nurjaya sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu.
Ia mengandalkan pekerjaan serabutan sebagai tukang ketika ada yang membutuhkan jasanya.
Meski dengan keterbatasan ekonomi, Nurjaya tetap berupaya menyekolahkan anak-anaknya.
“Walaupun belum sepenuhnya cukup, kami tetap bersyukur. Bantuan ini sangat berarti,” kata dia.
Anak Nurjaya yang menerima PIP tahun ini merupakan anak keduanya yang saat ini duduk di kelas IX SMP Negeri 6 Karawang.
Program PIP Harus Tepat Sasaran
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar harus tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Bantuan PIP ini memang diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah anak-anak,” ujar Saan.
Ia juga memastikan bahwa dalam penyaluran PIP tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun.
Masyarakat diminta tidak takut ataupun khawatir, begitu pula pihak penyalur agar tidak ragu dalam menjalankan tugasnya.
“Tidak ada bayar-bayar. Program ini murni bantuan negara,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/beasiswa-PIP2.jpg)