Senin, 1 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Jalan Rusak

Warga Geruduk Kantor Perwakilan Kementerian PU, Protes Jalan Rusak di Karawang

Ratusan warga dari berbagai elemen menggelar aksi protes terkait kondisi jalan nasional berlubang di wilayah Karawang, Jawa Barat

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Joseph Wesly
Tribunbekasi.com/Muhammad Azzam/Muhammad Azzam
DEMO JALAN RUSAK- Seratusan warga dari berbagai elemen menggelar aksi protes terkait kondisi jalan nasional berlubang di wilayah Karawang. Aksi protes dilakukan ke Kantor Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat PPK 1.1 pada Senin (2/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga Karawang memprotes jalan nasional berlubang ke kantor BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, menilai kerusakan membahayakan keselamatan dan menuntut perbaikan serta transparansi.
  • Massa menyebut PPK 1.1 lalai, tidak hadir menemui aksi, tak menyanggupi perbaikan total Februari ini, serta menyoroti dugaan indikasi korupsi.
  • BBPJN mengakui jalan rusak akibat hujan dan kendaraan ODOL, menyatakan perbaikan bersifat pemeliharaan rutin hingga akhir Februari.

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Ratusan warga dari berbagai elemen menggelar aksi protes terkait kondisi jalan nasional berlubang di wilayah Karawang, Jawa Barat.

Aksi protes dilakukan ke Kantor Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat PPK 1.1 pada Senin (2/2/2026).

Massa yang menamakan diri Komite Masyarakat Sipil Kabupaten Karawang itu terdiri dari kurir, pengemudi ojek online, pelajar, buruh, hingga mahasiswa.

‎Koordinator aksi Tri Prasetio Putra Mumpuni mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

‎“Kami menyatakan sikap atas nama Komite Masyarakat Sipil Kabupaten Karawang bersama kawan-kawan kurir, ojek online, pelajar, buruh, dan mahasiswa yang hari ini bersatu melawan jalan-jalan berlubang di Karawang,”katanya pada Senin (2/2/2026).

Massa sampaikan 3 tuntutan

‎Massa menyampaikan tiga poin utama. Pertama, mereka menilai pihak PPK 1.1 Jawa Barat tidak menyanggupi seluruh tuntutan yang diajukan dalam aksi tersebut. Kedua, massa menyebut tidak ada perwakilan PPK yang hadir saat mereka mendatangi kantor terkait.

Mereka mengaku mendapat informasi bahwa pejabat terkait tengah menjalani pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas dugaan indikasi korupsi.

Ketiga, massa menyebut PPK 1.1 Jawa Barat tidak menyanggupi melakukan perbaikan total seluruh jalan berlubang pada Februari ini. Hal itu dinilai sebagai bentuk kelalaian pemerintah.

‎“Kami menyatakan PPK 1.1 lalai menjalankan tugasnya. Negara juga lalai menjamin keselamatan rakyatnya,” tegasnya.

‎Massa juga menuntut transparansi terkait perbaikan jalan. Mereka menyoroti kondisi jalan yang disebut baru diperbaiki beberapa bulan lalu namun kini kembali rusak parah.

‎“Kami menduga ada indikasi tindak pidana korupsi dan menuntut aparat penegak hukum segera bertindak,” terangnya.

‎Selain itu, massa menyerukan masyarakat Karawang untuk menyuarakan persoalan ini di media sosial dan ruang publik, serta berencana melakukan konsolidasi lanjutan dan perbaikan jalan secara mandiri di sejumlah titik.

‎"kedepan kita akan melakukan aksi blokade jalan Pantura dan akan melakukan perbaikan jalan secara mandiri,"ujarnya.

BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Akui Jalan nasional rusak

‎Menanggapi aksi tersebut, Humas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat Noval mengakui adanya kerusakan jalan nasional di sejumlah titik mulai Klari, Cikampek Karawang hingga Pamanukan Subang.

“Memang kami tidak menampik adanya kerusakan. Ini terjadi akibat akumulasi faktor cuaca hujan yang tinggi serta banyaknya kendaraan over dimension dan overload di jalur Pantura,” ujarnya.

‎Ia menyebut pihak PPK 1.1 telah memulai perbaikan sejak Jumat  lalu (30/1) dengan target penyelesaian akhir Februari. Namun, pekerjaan yang dilakukan saat ini masih dalam kategori pemeliharaan rutin.

‎“Perbaikan yang dilakukan berupa patching atau penambalan untuk mempertahankan kemantapan jalan agar tidak menimbulkan lubang berbahaya. Di beberapa titik juga akan dilakukan overlay satu lapis,” jelasnya.

‎Terkait kendaraan over dimension dan overload (ODOL), Noval menegaskan penindakan bukan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.

‎“Kewenangan kami hanya di ruang milik jalan. Penanganan ODOL ada di ranah dinas perhubungan dan kementerian perhubungan. Ini perlu penanganan lintas instansi,” katanya.

‎Ia juga menjelaskan, bahwa umur perbaikan jalan dipengaruhi cuaca, sistem drainase, dan beban lalu lintas. Perbaikan tambal sulam disebut bersifat sementara.

‎“Perbaikan ada yang permanen dan sementara. Patching itu untuk menjaga kemantapan jalan dan meminimalkan kecelakaan. Air adalah musuh utama aspal. Jika drainase buruk atau ada genangan, kerusakan bisa cepat kembali,” tandasnya. (MAZ)

Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News

Ikuti saluran TRIBUN BEKASI di WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved