Hemat BBM, Pemkab Karawang Terapkan WFH Ketat dan Mobil Dinas Dikumpulkan di Satu Titik
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM)
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Pemkab Karawang menyiapkan strategi hemat BBM melalui WFH ASN, penggunaan transportasi hemat energi, serta pemusatan mobil dinas di Galeri Nyi Pager Asih.
- Pengawasan WFH dilakukan digital lewat aplikasi SIM ASN dan SIAP berbasis GPS dengan absensi, briefing, hingga laporan kerja harian terjadwal.
- Kebijakan ditargetkan menekan konsumsi BBM 20 persen dengan efisiensi anggaran hingga Rp1 miliar tanpa mengganggu pelayanan publik.
Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM).
Seperti penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pemusatan parkir mobil dinas.
Strategi Pemkab Karawang Hemat BBM
Sekretaris Daerah Karawang, Asep Aang Rahmatullah, menyebutkan pihak telah menyiapakan strategi sambil menunggu kebijakan pemerintah pusat soal WFH.
Sesuai dengan arahan dari Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, ASN wajib melakukan absensi secara berkala dalam sehari serta melaporkan kinerja secara real time selama bekerja dari rumah.
“WFH ini bukan berarti santai. ASN tetap bekerja dan diawasi. Ada absensi, ada laporan kinerja, semuanya terukur melalui sistem digital,” ujar Asep Aang saat diwawancara pada Selasa (31/3/2026).
Pengawasan ASN Berbasis Aplikasi Digital
Pengawasan dilakukan melalui aplikasi SIM ASN dan SIAP yang berbasis GPS dan mengharuskan ASN melakukan absensi dengan titik koordinat serta swafoto.
Baca juga: Sekda Karawang Naik Motor ke Kantor, Minta Semua ASN Ikuti karena Bisa Hemat Rp 1 Miliar
Selain itu, ASN juga wajib menyusun rencana kerja harian sebelum pelaksanaan WFH dan melaporkan progres pekerjaan secara berkala.
Untuk memastikan disiplin kerja tetap terjaga, Pemkab Karawang telah menyusun alur kegiatan WFH yang wajib diikuti ASN, yakni:
- Absensi pagi melalui SIAP (hingga pukul 07.45 WIB)
- Morning briefing (07.45–08.15 WIB)
- Pelaksanaan tugas sesi I (08.15–12.00 WIB)
- Midday meeting / pengecekan siang (12.30–12.45 WIB)
- Pelaksanaan tugas sesi II (12.45–15.30 WIB)
- Closing meeting / laporan progres (15.30–15.45 WIB)
- Laporan aktivitas harian melalui SIAP (setelah 15.45 WIB)
- Absensi sore melalui SIAP (setelah 15.45 WIB)
“Sesuai dengan arahan Pak Bupai, rutinitas WFH mulai dari absen pagi, briefing, kerja, sampai laporan sore, semuanya dipantau. Ini untuk memastikan WFH tetap produktif,” jelasnya.
Dorong ASN Gunakan Transportasi Hemat Energi
Kebijakan WFH ini menjadi bagian dari strategi besar efisiensi energi Pemerintah Pusat terkait kondisi global, khususnya penghematan BBM.
Asep Aang mengungkapkan, Pemkab Karawang dengan arahan dari Bupati Aep telah menyiapkan sejumlah opsi untuk mendukung kebijakan tersebut.
Salah satunya adalah opsi agar ASN yang tinggal dekat dengan kantor, dengan radius maksimal 5 kilometer, pergi bekerja menggunakan sepeda.
“Kalau dekat, bisa pakai sepeda. Banyak manfaatnya, selain sehat juga hemat BBM,” terang Asep Aang.
Asep Aang Rahmatulah
Penghematan BBM
Mobil dinas ditarik tekan penggunaan BBM
work from home (WFH)
ASN WFH
| Hadapi Tekanan Anggaran, Pemkab Bekasi Bakal Tarik Mobil Dinas |
|
|---|
| Langkah Efisiensi, Pemkab Karawang Terapkan WFH ASN Tiap Rabu, Pelayanan Dipastikan Tak Terganggu |
|
|---|
| Alasan Pemkot Depok Terapkan WFH bagi ASN Setiap Hari Kamis |
|
|---|
| Kebijakan WFH ASN Bekasi, DPRD Ingatkan Risiko Pelayanan Publik Terganggu |
|
|---|
| Hari Pertama Uji Coba WFH, Kantor Gubernur Jabar Lengang dan Suram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Asep-aang3.jpg)