Kamis, 7 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

BBM Langka

Miris, Imbas Stok BBM Langka, Para Pegawai SPBU Shell Bekasi Kini Jualan Kopi dan Makanan Ringan

para pegawai SPBU Shell ini membentangkan spanduk bertuliskan 'Bensinnya Kosong Adanya Kopi (cup) Cuma Rp 8 ribu'.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
JUALAN KOPI --- Para pegawai SPBU Shell di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kini beralih profesi sementara sebagai penjual minuman kopi. Langkah menjadi penjual minuman kopu ini dilakukan pegawai SPBU Shell lantaran hingga saat ini stok bahan bakar minyak (BBM) masih kosong. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN --- Para pegawai SPBU Shell di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kini beralih profesi sementara sebagai penjual minuman kopi.

Langkah menjadi penjual minuman kopu ini dilakukan pegawai SPBU Shell lantaran hingga saat ini stok bahan bakar minyak (BBM) masih kosong.

Pantauan jurnalis TribunBekasi.com di SPBU Shell, ada empat pegawai yang sedang berjualan minuman kopi persis di depan pintu masuk SPBU.

Mereka berjualan dengan memanfaatkan etalase yang diisi paket makanan dan minuman.

Baca juga: Stok Bensin di Shell Jaksel Kosong Sejak Tiga Minggu, Operator SPBU Mulai Resah Soal Kemungkinan PHK

Agar diketahui oleh masyarakat dan pengguna jalan, para pegawai SPBU Shell ini membentangkan spanduk bertuliskan 'Bensinnya Kosong Adanya Kopi (cup) Cuma Rp 8 ribu'.

Ada juga poster bertuliskan 'Jualan di Jalan Demi Kamu', yang bikin pengguna jalan tersenyum.

Selain itu. seorang pegawai SPBU juga menjual paket makanan tersebut melalui media sosial (Medsos).

Sebagai informasi, harga paket makanan yang dijual mulai dari Rp 4 ribu, Rp 7 ribu, 6 pcs air mineral 1,5 liter dibanderol seharga Rp 45.500.

Lalu mereka juga menjual kopi susu berukuran 1.000 mililiter seharga Rp 60 ribu.

Kena PHK

Keprihatinan juga dialami sejumlah pegawai SPBU Shell di Jalan Raya Villa Indah Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sebanyak 50 persen dari jumlah pegawai di SPBU Shell tersebut terancam di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Shift Manager SPBU Shell Mangunjaya, Devi, mengatakan, PHK sementara itu terjadi karena kelangkaan BBM Shell yang terjadi di sejumlah wilayah tanah air.

Tak tinggal diam, ia kini tengah mengambil langkah untuk menyesuaikan operasional akibat terbatasnya stok bensin.

“Untuk pengurangan itu paling terjadinya di Oktober ya. Karena saat ini stok dibatasi hanya sampai September. Bisa jadi nanti ada pengurangan atau dirumahkan dulu,” kata Devi, Kamis (18/9/2025).

TERANCAM PHK --- Sebanyak 50 persen pegawai SPBU Shell di Jalan Raya Villa Indah Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi terancam di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
TERANCAM PHK --- Sebanyak 50 persen pegawai SPBU Shell di Jalan Raya Villa Indah Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi terancam di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). (TribunBekasi.com)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved